Teks: Ket: Lahan Eks Tambang Pit J yang telah dimanfaatkan untuk program ketahanan pangan penanaman jagung oleh Polres Kutai Timur. (Ist)
SANGATTA – Di hamparan tanah yang pernah digali hingga perut bumi terbuka, kini tumbuh harapan yang ditanam dengan kesabaran. Lahan reklamasi eks tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Pit J, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, pelan-pelan berubah rupa. Di sana, program ketahanan pangan berbasis penanaman jagung dijalankan dengan pendekatan kolaboratif, mempertemukan kepolisian, korporasi, dan masyarakat dalam satu ikhtiar yang terukur.
Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Kutai Timur (Kutim) menempatkan diri sebagai simpul penguat sinergi lintas sektor. Kegiatan koordinasi dan kunjungan lapangan dipimpin langsung oleh IPTU Ngatiyo selaku KBO Binmas Polres Kutim, didampingi AIPTU Purwanto PS. Kanit Kamsa Sat Binmas Polres Kutim serta AIPDA Yoyok W PS. Kanit Bintibsos Sat Binmas Polres Kutim. Rombongan diterima oleh perwakilan manajemen KPC, Felly Lung selaku Act Manager Community Empowerment KPC dan Widiatmoko selaku Act. Superintendent CAD CE KPC, di Kantor S22 PT Kaltim Prima Coal.
Kunjungan itu bukan seremonial kosong. Di lapangan, Sat Binmas memastikan kesiapan lahan, dukungan teknis, serta pola pendampingan kepada kelompok tani berjalan sebagaimana dirancang. Fokusnya jelas, program harus aman, berkelanjutan, dan memberi manfaat yang terasakan.
“Kami dari Sat Binmas Polres Kutim melakukan koordinasi langsung dengan pihak KPC untuk memastikan kesiapan lahan, dukungan teknis, serta pola pendampingan kepada kelompok tani berjalan optimal. Sinergi ini sangat penting agar program ketahanan pangan benar-benar memberikan hasil yang maksimal,” ujar IPTU Ngatiyo.

Teks: Ket: Lahan bekas tambang KPC produktif buat penanaman jagung Program Ketahanan Pangan Polres Kutim. (Ist)
Peran Sat Binmas tidak berhenti pada pengawasan. Pembinaan dan pendampingan masyarakat, terutama kelompok tani, menjadi poros kerja. Dengan pendampingan yang konsisten, lahan pascatambang diharapkan tidak hanya produktif sesaat, melainkan terkelola secara ajek dan bertanggung jawab, selaras dengan daya dukung lingkungan.

Dari pihak perusahaan, sambutan diberikan dengan nada apresiatif. Mewakili manajemen, Felly Lung menyampaikan dukungan KPC terhadap program pemerintah melalui pemanfaatan lahan bekas tambang yang produktif, ramah lingkungan, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Pesan dan amanah GM ESD Wawan Setiawan ditegaskan kembali. Lahan pascatambang harus menjadi ruang hidup baru bagi ekonomi warga, bukan sekadar catatan reklamasi.
Kolaborasi Polres Kutim dan KPC di Pit J menandai cara pandang baru atas tanah yang pulih. Jagung yang ditanam di atasnya bukan hanya komoditas pangan, melainkan simbol transisi. Dari ekstraksi menuju regenerasi. Bila konsistensi dijaga, Pit J berpeluang menjadi percontohan pemanfaatan lahan pascatambang yang berdaya guna, sekaligus menyumbang penguatan ketahanan pangan nasional dari Kutim. (*/kopi3)




































