Beranda Kutai Timur Ini Sejumlah Infrastruktur Strategis yang Diresmikan Ardiansyah Saat Kunker ke Karangan

Ini Sejumlah Infrastruktur Strategis yang Diresmikan Ardiansyah Saat Kunker ke Karangan

24
0

Bupati Ardiansyah saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Karangan. Foto : Nasruddin dan Irfan/Pro Kutim

KARANGAN – Di bawah cahaya pagi pesisir Kutai Timur (Kutim), roda pembangunan kembali digerakkan dari Kecamatan Karangan. Sabtu (31/1/2026), Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman menjejakkan kaki di wilayah ini dalam sebuah kunjungan kerja (kunker) yang dirancang bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar menyentuh denyut infrastruktur, ekonomi kerakyatan, hingga sendi kebudayaan masyarakat.

Kehadiran orang nomor satu di Kutim itu dikawal oleh lintas unsur legislatif dan eksekutif. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Agusriansyah Ridwan, Anggota DPRD Kutim Sayyid Umar, serta jajaran perangkat daerah turut menyertai. Di antaranya Kepala BKPSDM Kutim Misliansyah, Kepala BPBD Kutim Sulastin, hingga perwakilan Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kutim. Rombongan ini menandai kesungguhan koordinasi antarlembaga dalam mengawal agenda pembangunan daerah.

Agenda awal dimulai di Dusun Tepian, Desa Karangan, dengan peresmian Kantor Koperasi Serba Usaha (KSU) Permata Jaya. Bangunan permanen ini diharapkan menjadi lokomotif penggerak ekonomi warga, sekaligus menata tata kelola koperasi agar lebih terukur dan berdaya saing.

“Koperasi adalah soko guru ekonomi kita. Dengan adanya kantor permanen ini, saya berharap KSU Permata Jaya semakin solid dalam menyejahterakan anggotanya di Kecamatan Karangan,” ujar Ardiansyah.

Dari denyut ekonomi rakyat, rombongan bergerak menuju Jalan Soekarno-Hatta RT 04, Desa Karangan Seberang, untuk meninjau progres pembangunan Kolam Wisata Desa. Destinasi ini diproyeksikan menjadi simpul baru pariwisata desa yang mampu mendongkrak Pendapatan Asli Desa. Namun, Bupati mengingatkan agar setiap langkah pembangunan berpijak pada perhitungan matang.

“Mohon dilakukan studi kelayakan atau feasibility study (studi kelayakan) terlebih dahulu agar investasi yang dikucurkan melalui dana desa tidak mubazir dan benar-benar menarik minat pengunjung,” pesannya.

Masih di kawasan Karangan Seberang, tepatnya di RT 06, perhatian Bupati tertuju pada usulan pembangunan kanal banjir. Dengan karakter wilayah yang rentan genangan, sistem drainase menjadi kebutuhan mendesak agar luapan air tak lagi menggerus aktivitas warga saat curah hujan meninggi.

Tak hanya perkara fisik, pembangunan batin juga mendapat ruang. Ardiansyah secara simbolis meletakkan batu pertama pembangunan Pondok Tahfidz Darussalam. Langkah ini menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an, sebagai fondasi moral di tengah laju pembangunan material.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan peresmian Balai Adat Basap di Desa Karangan Seberang. Bangunan ini dirancang sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus ruang musyawarah lembaga adat. Penandatanganan prasasti oleh Bupati menjadi penanda resmi difungsikannya balai tersebut.

Ardiansyah menegaskan pentingnya menjaga marwah balai adat sebagai ruang bertukar pikiran dan menyelesaikan persoalan sosial kemasyarakatan. Agar tradisi leluhur tetap bersemi di tengah perubahan zaman.

Dari koperasi hingga kanal banjir, dari wisata desa hingga balai adat, Karangan menjadi potret bagaimana pembangunan Kutim dirajut bertahap, berlapis, dan berakar pada kebutuhan nyata masyarakat. (kopi14/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini