Beranda Kutai Timur KPC Perkuat Ekraf Lewat Kerajinan Lokal Sangatta Selatan

KPC Perkuat Ekraf Lewat Kerajinan Lokal Sangatta Selatan

109
0

Momen Pelatihan Peningkatan Keterampilan Pemanik. Foto : Istimewa

SANGATTA — Dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat dan pelestarian budaya lokal, Kaltim Prima Coal (KPC) melalui Departemen Community Empowerment (CE), khususnya Local Business Development (LBD) dan Conservation & Agribusiness Development (CAD), berkolaborasi dengan Bengalon Community Relation Development (BCRD) menggelar Pelatihan Peningkatan Keterampilan Pemanik bertajuk “Menuju Produk Kreatif, Mandiri, dan Bernilai Ekonomis” bagi Kelompok Tiga Tawai Rindang Benua, Sangatta Selatan.

Kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang baru, yakni mewujudkan masyarakat yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing, melalui penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, serta pembangunan berkelanjutan hingga ke tingkat desa.

Kepala Dusun Rindang Benua, Sekimin, menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas pelatihan yang melibatkan para ibu rumah tangga di wilayahnya. Menurutnya, kerajinan manik-manik merupakan karya seni khas budaya Dayak yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi sebagai cenderamata dan produk unggulan daerah.

“Kerajinan manik-manik ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga berpeluang menambah pendapatan masyarakat. Atas nama warga, saya mengucapkan terima kasih kepada KPC. Semoga kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni, namun terus berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi peningkatan ekonomi warga Dusun Rindang Benua,” ujarnya.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, Senin dan Selasa (2–3 Februari 2026), menghadirkan tiga narasumber berpengalaman di bidang kerajinan dan usaha kreatif. Kartini, pemilik suvenir Kalimantan Pinkdau Bengalon, memberikan materi dan praktik pembuatan manik-manik. Henny Victoria, owner Otty Homemade Sangatta Utara, membawakan materi kreasi dan inovasi produk, sementara Lucy Dwi Agustin, owner Manna Banana sekaligus Manager Olsabara, menyampaikan materi tentang Harga Pokok Produksi (HPP) sebagai dasar penguatan usaha.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dusun Rindang Benua Sekimin, Superintendent LBD KPC Faizal yang mewakili Act. Manager CE Felly Lung, Superintendent Community Development Naufal Fadhil, Rio Rahim dan Wiji Resmiati (LBD), Surono (CAD), serta puluhan anggota Kelompok Tiga Tawai Dusun Rindang Benua.

Secara terpisah, Superintendent LBD KPC, Faizal, menegaskan bahwa KPC berkomitmen membantu pemerintah daerah dalam pembangunan dengan mengambil peran sebagai katalisator, khususnya dalam mendorong kemandirian desa di wilayah ring 1 operasional perusahaan.

“Kami percaya bahwa keberadaan perusahaan harus memberi manfaat berkelanjutan, tidak hanya selama masa operasional tambang, tetapi juga hingga era pascatambang. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat Rindang Benua semakin kreatif dan mampu menghasilkan produk kerajinan manik-manik yang bernilai jual. Kami juga mendorong Olsabara sebagai mitra dampingan untuk membantu pemasaran produk karya Kelompok Tiga Tawai,” ujar Faizal.

Dengan meningkatnya kemandirian desa dalam mengelola potensi lokal, kegiatan ini secara langsung berkontribusi pada terwujudnya kemandirian wilayah yang lebih luas. Hal tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Kutim menuju masyarakat yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing. (*/kopi12/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini