Beranda Kutai Timur PLN Matikan Listrik Sembilan Jam di Lima Kecamatan, Pemeliharaan Gardu Induk Maloy...

PLN Matikan Listrik Sembilan Jam di Lima Kecamatan, Pemeliharaan Gardu Induk Maloy Demi Keandalan Pasokan

638
0

Tangkapan layar surat pemberitahuan pemadaman listrik

SANGATTA – Jaringan kelistrikan di pesisir timur Kutai Timur (Kutim) akan mengalami jeda pasokan cukup panjang pada Selasa, 2 Desember 2025. PLN ULP Sangatta mengumumkan penghentian sementara aliran listrik selama delapan jam, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA. Sebagai konsekuensi dari pekerjaan pemeliharaan di Gardu Induk Maloy. Informasi resmi itu disampaikan kepada pelanggan bersamaan dengan penjelasan langsung dari Manager PLN ULP Sangatta, Nursalim, pada Rabu (26/11/2025) di Sangatta.

Dalam keterangan tertulis tersebut, PLN menyebut pekerjaan pemeliharaan vital ini dilakukan untuk meningkatkan keandalan suplai listrik pada wilayah layanan yang selama ini sangat bergantung pada Gardu Induk Maloy. Proses perawatan teknis yang berjalan berjam-jam itu, menurut PLN, mengharuskan penghentian total aliran listrik demi menjamin keamanan pekerja dan mencegah risiko gangguan jaringan yang lebih besar.

Wilayah terdampak tak sedikit. Seluruh Kecamatan Sangkulirang, Kaliorang, Kaubun, Karangan dan sebagian Bengalon akan merasakan pemadaman. Selain itu, jalur strategis Jalan Poros Muara Lembak beserta gang-gang di sekitarnya juga akan mengalami pemutusan pasokan. Beberapa desa seperti Sekuarau Atas, Sekuarau Bawah, Sekerat, Sepaso Timur, serta sebagian wilayah Sepaso Induk tercatat masuk dalam daftar zona yang akan mengalami penghentian aliran listrik.

PLN ULP Sangatta mengimbau warga untuk menyiapkan kebutuhan sebelum jadwal pemadaman diberlakukan. Penggunaan sumber listrik alternatif pun diminta dilakukan dengan kewaspadaan penuh agar tidak menimbulkan bahaya. Terutama bagi rumah yang menggunakan generator atau perangkat serupa.

“Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu apabila kondisi tidak memungkinkan,” demikian penegasan PLN dalam pengumuman tersebut.

Melalui penjelasannya, Nursalim kembali menekankan bahwa pemeliharaan ini merupakan bagian dari agenda peningkatan keandalan jaringan yang menjadi prioritas PLN. Meski pemadaman sementara kerap menimbulkan ketidaknyamanan, ia memastikan langkah ini diperlukan agar sistem distribusi listrik di wilayah pesisir timur Kutim tetap stabil dalam jangka panjang.

“Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih,” tutup pengumuman resmi PLN ULP Sangatta yang dibacakan ulang oleh Nursalim.

Langkah pemeliharaan berkala semacam ini, meski rutin, memiliki dampak luas bagi kebutuhan harian masyarakat. Namun PLN menilai, tanpa ada perawatan menyeluruh pada gardu induk dan jaringan distribusi, risiko gangguan besar dapat meningkat. Karena itu, pemadaman sementara menjadi kompromi yang tak terhindarkan untuk menjaga kontinuitas energi yang selama ini menopang aktivitas rumah tangga hingga usaha kecil di wilayah Kutim. (kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini