Beranda Kutai Timur Kajian Pengelolaan Lingkungan dan Sampah di Kutim Dapat Dukungan UGM

Kajian Pengelolaan Lingkungan dan Sampah di Kutim Dapat Dukungan UGM

170
0

UGM turut hadir dalam FGD kajian terkait TPST. Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bekerja sama dengan Pusat Studi Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan (PSPSDL) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam upaya penguatan tata kelola lingkungan, khususnya pengelolaan sampah di wilayah Kutim. Kegiatan ini diawali dengan Forum Group Discussion (FGD) pada Rabu (12/11/2025) pagi, di Pelangi Room Hotel Royal Victoria yang dihadiri oleh perwakilan UGM, jajaran Pemerintah Kabupaten Kutim, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta sejumlah peserta dari berbagai instansi terkait.

Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Agus Prasetya dari PSPSDL UGM menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan oleh Pemkab Kutim untuk berkolaborasi dalam penyusunan kajian pengelolaan sumber daya dan lingkungan daerah. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya menjadi ajang penelitian akademis, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.

“Kami dari Universitas Gadjah Mada sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutim atas peluang dan kesempatan yang diberikan untuk ikut membantu mengatasi berbagai permasalahan di lapangan. Ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat langsung realitas yang ada di Kutim,” ujar Agus Prasetya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa tim UGM yang terlibat dalam studi ini memiliki latar belakang lintas disiplin. Selain dari bidang teknik, tim juga terdiri atas ahli antropologi, lingkungan, hingga geologi. Pendekatan multidisipliner ini diharapkan dapat menghasilkan kajian yang komprehensif dan aplikatif bagi pemerintah daerah dalam mengelola sumber daya serta menangani permasalahan lingkungan, khususnya terkait pengelolaan sampah.

“Kami berharap kerja sama yang baik antara kami dan bapak-ibu di Kutim dapat menghasilkan kajian yang bermanfaat dan bisa diimplementasikan secara nyata untuk kepentingan masyarakat serta pelestarian lingkungan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Agus juga menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh pihak di daerah, terutama dalam penyediaan data dan informasi lapangan yang akurat. Menurutnya, kualitas hasil kajian sangat bergantung pada keterbukaan dan kolaborasi antara peneliti dan pemangku kepentingan daerah.

“Kami sangat membutuhkan dukungan data dan informasi yang dimiliki oleh Bapak-Ibu sekalian. Sebab hasil dari kajian ini nantinya akan kembali kepada masyarakat Kutai Timur, sebagai dasar perbaikan pengelolaan lingkungan dan kebijakan daerah,” jelasnya.

Meskipun waktu pelaksanaan studi relatif singkat, UGM berkomitmen untuk memberikan hasil terbaik yang dapat dijadikan acuan dalam penyusunan kebijakan strategis di bidang lingkungan hidup. Kajian ini diharapkan mampu menjadi rujukan bagi Pemkab Kutim dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

FGD ini menjadi langkah awal dari rangkaian kegiatan penelitian dan pendampingan teknis antara UGM dan Pemkab Kutai Timur, yang diharapkan terus berlanjut hingga menghasilkan solusi konkret bagi berbagai persoalan lingkungan di daerah.(kopi15/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini