Beranda Kutai Timur Bupati Kutim Minta Jaga Martabat Jurnalisme di Tengah Riuh Informasi Digital

Bupati Kutim Minta Jaga Martabat Jurnalisme di Tengah Riuh Informasi Digital

43 views
0

Suasana Uji Kompetensi Wartawan (UKW) garapan PWI Kutai Timur. Foto: Fuji Prokutim

SANGATTA – Di bawah lampu-lampu Ballroom Hotel Royal Victoria, Sangatta Utara, Selasa (18/11/2025), nuansa kesungguhan terasa menyelimuti ruangan, ketika Uji Kompetensi Wartawan (UKW), garapan PWI Kutai Timur (Kutim) bekerja sama dengan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) resmi dibuka. Wakil Bupati Kutim H Mahyunadi, mewakili Bupati H Ardiansyah Sulaiman, memulai agenda penting itu dengan sebuah pesan yang memuat ketegasan, harapan, dan pengingat bagi para jurnalis yang hadir.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wabup, Bupati menegaskan bahwa posisi wartawan profesional kian mendesak di masa sekarang, masa ketika arus informasi bergerak liar, bercabang, dan kerap diterpa kabut disinformasi serta polarisasi. Jurnalis yang kompeten, menurutnya, bukan sekadar penyampai kabar, tetapi penjaga kejernihan perspektif serta penerang di tengah hiruk-pikuk narasi yang saling bersinggungan.

Ia mengingatkan bahwa derasnya banjir informasi menuntut ketelitian yang jauh lebih tinggi dibanding masa silam. Dengan kemampuan verifikasi yang mumpuni, seorang wartawan dapat memastikan setiap kabar yang beredar tetap berada di jalur kebenaran dan tidak mengaburkan kepentingan publik.

“Apapun hasilnya, yang terpenting adalah komitmen untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi adalah investasi jangka panjang bagi profesi jurnalisme.

Lebih dari sekadar kegiatan rutin, Ardiansyah berharap UKW dapat menjadi wadah refleksi bersama. Baginya, kualitas jurnalis yang terus meningkat akan bersinggungan langsung dengan kualitas demokrasi, pembangunan daerah, serta penguatan literasi masyarakat. Ia pun menaruh perhatian pada pentingnya kemitraan yang sehat antara pemerintah daerah dan insan pers. Kolaborasi yang membuka ruang pelatihan, akses informasi yang lebih transparan, hingga kerja sama yang berorientasi pada kepentingan publik.

“Saya berharap UKW PWI Kutim mampu melahirkan wartawan yang semakin profesional dan berintegritas,” harapnya, menutup pesan dengan nada optimistis.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Staper Kutim Ronny Bonar Hamonangan Siburian, turut menggarisbawahi perlunya sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah dan media. Dia menyebut bahwa keberadaan media bukan hanya pelengkap, melainkan bagian utuh dari ekosistem penyelenggaraan pemerintahan. Media menjadi jembatan penghubung yang memastikan kebijakan dapat dipahami masyarakat secara proporsional dan tidak menimbulkan bias penafsiran.

Ronny menilai UKW sebagai momentum berharga bagi jurnalis untuk memperkuat kompetensi serta memperdalam pemahaman mengenai etika jurnalistik. Wartawan yang terampil dan berintegritas, katanya, akan berperan besar dalam menjaga mutu pemberitaan sekaligus mendukung laju pembangunan di Kutim.

Di tengah kompleksitas informasi digital, Ronny mengingatkan bahwa jurnalis hari ini dihadapkan pada tantangan yang kian pelik, terutama maraknya hoaks yang melintas cepat di ruang maya. Karena itu, ia berharap insan pers dapat menjadi barisan depan dalam menangkal informasi menyesatkan. Pemerintah daerah, melalui Kominfo Staper, juga berkomitmen membuka ruang komunikasi selebar-lebarnya bagi media. Tanpa sekat, tanpa jarak, sepanjang orientasinya adalah pendidikan publik.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi yang baik tidak hanya memperbaiki kualitas berita, tetapi juga memperlancar penyampaian progres pembangunan secara transparan kepada masyarakat. Menurutnya, media memiliki kedudukan strategis dalam memastikan pembangunan tidak hanya berlangsung, tetapi juga dipahami masyarakat sebagai proses yang terbuka dan dapat dikawal bersama.

Menutup sambutannya, Ronny Bonar menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta UKW dan PWI Kutim yang konsisten memperjuangkan profesionalisme jurnalisme daerah. Ia berharap agenda seperti ini dapat terus digulirkan agar ekosistem informasi di Kutim semakin sehat, kredibel, dan memberi manfaat luas bagi publik.

Dengan demikian, UKW PWI Kutim tahun ini bukan sekadar ujian kompetensi, tetapi juga ruang pertemuan gagasan, komitmen, dan kesadaran bersama bahwa jurnalisme yang baik adalah pilar penting bagi demokrasi yang dewasa serta pembangunan yang berintegritas. (kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini