Beranda Kutai Timur Pukulan Emas dari Lapangan Woodball, Kutim Buktikan Talenta Muda di POPDA XVII...

Pukulan Emas dari Lapangan Woodball, Kutim Buktikan Talenta Muda di POPDA XVII Kaltim

60 views
0

Atlet Woodball Kutim terima emas diajang
Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XVII Kalimantan Timur (Kaltim) yang berlangsung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Foto: istimewa

PENAJAM PASER UTARA – Riuh penonton di Lapangan Kompi C Simpang Petung mereda, tetapi gema prestasi atlet muda Kutai Timur (Kutim) dari cabang woodball masih terasa kuat. Pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XVII Kalimantan Timur (Kaltim) yang berlangsung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), rombongan kecil dari Kutim pulang dengan kepala tegak, dua emas, satu perak, dan satu perunggu berhasil mereka hadiahkan.

Woodball bukan cabang utama dalam POPDA kali ini, melainkan eksibisi. Meski demikian, atensi masyarakat dan kontingen daerah cukup besar. Bahkan, dari tujuh kabupaten/kota yang berlaga, Kutim mampu menempati posisi ketiga juara umum. Mereka berada di bawah Kutai Kartanegara yang mengoleksi empat emas serta tuan rumah PPU dengan tujuh emas.

Bagi Kutim, hasil ini bukan sekadar hitungan angka atau klasemen. Ada harapan yang tumbuh, potensi yang terasah, dan keyakinan bahwa jalur pembinaan olahraga yang kini dijalankan tengah menemukan pijakan yang tepat. Kontingen woodball Kutim hanya diperkuat enam atlet, jumlah yang terbilang minimalis. Namun dari lapangan yang berumput lembap hingga rintik hujan yang sesekali turun, performa mereka menunjukkan keberanian dan disiplin.

Arya, official teknik woodball Kutim, memandang capaian ini bukan sebagai batas, melainkan pijakan awal.

“Dengan kuota 6 orang dan regulasi yang membatasi setiap atlet hanya boleh mengikuti 2 nomor tanding yang sama (kategori stroke dan fairway), kita hanya bisa mengikuti 7 dari 14 nomor tanding. Setiap nomor hanya bisa diwakili 1 orang atau 1 pasang untuk nomor double. Ini menjadi kelemahan kita, karena daerah lain bisa menurunkan hingga 4 orang untuk nomor single dan 2 pasang untuk nomor double,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengaku tidak kecewa. Baginya, POPDA kali ini adalah ruang pembuktian kemampuan sekaligus evaluasi pembinaan atlet usia dini. Ia menilai Kutim memiliki bakat besar yang siap berkembang jika pembinaan dilakukan lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Eksibisi woodball pada POPDA XVII digelar pada 18-21 November 2025. Di bagian akhir kompetisi, nama-nama atlet Kutim perlahan bergeser menjadi sorotan. Mailin, misalnya, tampil gemilang dengan meraih emas pada nomor single fairway. Disusul medali emas lainnya dari pasangan Nisa dan Noni di nomor double stroke. Perak berhasil dipersembahkan oleh Riski Damar pada kategori double stroke, sementara Mailin kembali naik podium bersama Neilzhen untuk menyegel perunggu di nomor double mix fairway.

Melengkapi cerita perjalanan kontingen, Rahman, Ketua Woodball Kutim, menegaskan melalui pesan singkat bahwa prestasi ini bukan titik akhir.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Euforia keberhasilan ini jangan sampai berhenti di sini. Kemenangan hari ini tidak menjamin esok hari, kecuali dibarengi dengan latihan yang lebih serius agar permainan terus meningkat,” tulisnya.

Kini, setelah POPDA selesai, tantangan baru menanti. Kutim bukan hanya menorehkan prestasi, tetapi juga harapan tentang masa depan woodball daerah. Jika pembinaan dilakukan lebih matang, bukan tidak mungkin nama-nama atlet muda ini kelak menghiasi panggung nasional, bahkan internasional.

Untuk saat ini, kemenangan kecil itu cukup menjadi pelita, bahwa bakat, meski lahir dari kontingen kecil, tetap bisa memancarkan sinar paling terang. (kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini