Kadispora Kutim Basuki Isnawan dalam acara Youth Digital Skill Program. Foto: Miftah/Pro Kutim
SANGATTA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur (Kutim) terus memperluas pembinaan bagi generasi muda, seiring meningkatnya kebutuhan akan SDM yang adaptif di era digital. Komitmen ini kembali ditegaskan Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, saat membuka kegiatan Youth Digital Skill Program di Gedung Agra, Kamis (27/11/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Basuki menyampaikan bahwa pemerintah daerah berupaya menciptakan ekosistem yang memungkinkan pemuda Kutim untuk lebih berdaya, kreatif, dan mampu bersaing. Menurutnya, dukungan kuat dari Bupati dan Wakil Bupati Kutim menjadi landasan penting bagi Dispora dalam menjalankan berbagai agenda pembinaan.
“Dispora siap menjadi wadah bagi pemuda Kutim untuk bangkit, berdaya, dan berkembang. Tugas kami tidak hanya memfasilitasi, tetapi juga membina dan membimbing agar lahir generasi yang aktif, sehat, dan produktif,” ujar Basuki.

Salah satu bentuk nyata upaya tersebut adalah penyelenggaraan Pekan Olahraga Mahasiswa pada Senin lalu (24/11/2025). Kegiatan ini menggandeng tiga perguruan tinggi di Kutim yaitu Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER), Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAIS), dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nusantara untuk memperkuat kerja sama sekaligus membangun kultur kompetisi yang sehat di kalangan mahasiswa.
Basuki menyebutkan bahwa pembinaan tidak hanya berhenti di sektor olahraga. Dispora juga akan memperluas kegiatan pada bidang kemahasiswaan dan kepemudaan, termasuk pengembangan minat bakat, pelatihan digital, hingga program kreativitas dan kepemimpinan.
“Pembinaan ini adalah tanggung jawab bersama. Dispora membangun kemauan dan semangat pemuda, tetapi kami berharap dukungan dinas lain juga berjalan, termasuk dalam hal permodalan atau fasilitasi usaha,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pembinaan pemuda bukan hanya soal menyediakan kegiatan, tetapi juga menjaga lingkungan sosial mereka agar tetap aman dan sehat.
“Tidak boleh ada narkoba, tidak ada judi online, tidak ada balap liar. Isi waktu dengan kegiatan positif,” tegas Basuki.
Dispora Kutai Timur menargetkan pelajar SMA dan mahasiswa sebagai kelompok prioritas pembinaan karena dinilai sebagai fase krusial dalam pembentukan karakter, visi, dan keterampilan masa depan. Melalui rangkaian program berkelanjutan ini, pemerintah berharap lahir generasi muda Kutim yang mandiri, kreatif, dan siap menjadi penggerak pembangunan daerah dalam berbagai bidang. (kopi8/kopi13/kopi3)




































