Beranda Kutai Timur Merawat Ingatan Sejarah, KNPI Inisiasi Lens of Kutim

Merawat Ingatan Sejarah, KNPI Inisiasi Lens of Kutim

108
0

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi membuka kegiatan Lens of Kutim gelaran DPD KNPI Kutim. Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA – Langit mendung yang menyelimuti Taman Venus, Pusat Perkantoran Bukit Pelangi, Sabtu (13/12/2025) sore, tak mampu meredupkan semangat para pegiat seni, insan pers, dan masyarakat yang hadir dalam pembukaan Lens of Kutai Timur (Kutim) 2025. Pameran fotografi sejarah, musik mini piknik, dan live melukis yang diinisiasi oleh KNPI Kabupaten Kutim itu justru berlangsung hangat, sarat makna, dan penuh antusiasme.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi yang hadir sekaligus memberikan sambutan inspiratif. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan DPD KNPI Kutim, unsur panitia, insan media, pelaku seni, komunitas kreatif, serta masyarakat umum yang memadati kawasan Taman Venus.

Dalam laporan panitia, Ketua Panitia Khomarul Rafael menyampaikan bahwa Lens of Kutim 2025 merupakan ruang kolaborasi lintas komunitas yang dikemas secara sederhana namun sarat nilai. Kegiatan ini menampilkan beberapa item utama, di antaranya pameran fotografi sejarah Kutim, musik mini piknik, serta aksi melukis secara langsung.

“Kami sengaja mengonsep kegiatan ini dengan kesederhanaan, mengedepankan kearifan dan kekuatan teman-teman sendiri. Pajangan foto-foto yang ditampilkan merupakan potongan sejarah yang pernah terjadi dan diabadikan melalui lensa insan pers dan pegiat fotografi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, khususnya rekan-rekan media yang tergabung dalam bidang Kominfo KNPI, mulai dari Indeks Media, Sangatta Post, hingga media lainnya, serta dukungan sponsor dari unsur pemerintah maupun non pemerintah.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengaku memiliki kedekatan emosional dengan KNPI.

Ia mengenang pengalamannya sebagai mantan Ketua KNPI yang aktif menyusuri kecamatan-kecamatan di Kutim pada masa infrastruktur masih terbatas.

“Dulu jalan ke kecamatan tidak seperti sekarang. Rusak, jauh, dan penuh tantangan. Tapi justru dari situ lahir ketangguhan. Itu seleksi alam,” ungkapnya disambut tawa hadirin.

Wakil Bupati Mahyunadi menyambut baik pelaksanaan Lens of Kutim 2025 yang digagas oleh insan media. Menurutnya, pameran fotografi sejarah menjadi pengingat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai masa lalunya.

“Sejarah bisa saja ditulis oleh pemenang, tapi melalui foto-foto ini, sejarah Kutim ditampilkan apa adanya. Jujur dan terbuka,” tegasnya.

Ia juga menekankan peran strategis media dalam membangun daerah. Media, lanjutnya, mampu membentuk opini publik, baik yang membangun maupun yang melemahkan. Oleh karena itu, ia mengapresiasi insan pers di Kutim yang selama ini menyajikan pemberitaan yang berimbang dan konstruktif.

“Kalau ada yang kurang baik, sampaikan kepada kami agar bisa diperbaiki. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama pemerintah dalam membangun,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Mahyunadi juga berpesan agar kebersamaan dan kekompakan antar komunitas terus dijaga. Ia mengingatkan bahwa godaan materi kerap menjadi pemicu perpecahan dalam organisasi.
“Setia kawan dan kejujuran adalah kunci. Kalau kita solid, pantang menyerah, insyaallah rezeki akan datang,” tuturnya.

Tak lupa, ia turut menyampaikan informasi terkait keringanan retribusi stand pedagang di Taman Venus yang telah diturunkan dari Rp 1.500.000 menjadi Rp 300.000 per stand melalui perubahan Perda, sebagai bentuk keberpihakan kepada pelaku usaha kecil.

Lens of Kutim 2025 ini pun menjadi cahaya kecil yang menyalakan ingatan kolektif, menyatukan seni, sejarah, dan kebersamaan dalam satu bingkai kebudayaan. Sebuah penanda bahwa dari kesederhanaan, lahir makna yang abadi. (kopi15/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini