Kepala Disdikbud Kutim Mulyono menghadiri konferensi PGRI Kutim. Foto: Miftah/Bagus Pro Kutim
SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan pendidikan dapat dinikmati oleh seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus. Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kutim yang digelar di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim selasa (3/2/2026).
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono menegaskan bahwa pemerintah daerah menyusun program strategis satu sekolah minimal satu guru inklusi sebagai langkah nyata menghadirkan layanan pendidikan yang ramah dan setara bagi semua peserta didik.

“Kami ingin semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk bersekolah, tanpa terkecuali,” ujarnya.
Untuk mendukung program tersebut, Disdikbud Kutim menguliahkan para pendidik melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) 2 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Hingga tahun 2025, sebanyak 191 pendidik telah dinyatakan lulus, dan pada tahun yang sama, sebanyak 300 pendidik kembali diberangkatkan untuk mengikuti program serupa.

Melalui langkah ini, Disdikbud Kutim berharap seluruh sekolah di daerah sudah siap menerima siswa berkebutuhan khusus, baik dari sisi tenaga pendidik maupun layanan pendukung lainnya.
“Harapannya, semua sekolah mampu menjadi sekolah inklusif, sehingga tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Kutim pun menegaskan kesiapan penuh untuk mendukung seluruh anak agar dapat mengenyam pendidikan yang layak dan bermutu.(kopi8/kopi13)


































