Kepala Kantor Kemenhaj Kutim Basmawati Sija. Foto: Nasruddin/Pro Kutim.
SANGATTA – Pasca pemisahan urusan haji dari Kementerian Agama, Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini resmi beroperasi secara mandiri sejak 1 Januari 2026. Kepemimpinan instansi baru ini dipercayakan kepada Basmawati Sija, yang berkomitmen membawa transformasi pelayanan bagi jemaah di wilayah Kutim.
”Kami kemarin pelantikan secara serentak seluruh Indonesia melalui via Zoom dan kita di Kaltim dipusatkan di Kantor Kemenag Provinsi Kaltim pada 28 November lalu,” ujar Basmawati Sija saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (11/2/2026).
Meskipun telah dilantik sejak akhir tahun lalu, Basmawati mengaku saat ini dirinya masih menjadi satu-satunya pejabat struktural yang definitif di Kemenhaj Kutim. Proses pengisian jabatan lainnya, seperti Kepala Subbagian Tata Usaha dan Bina Haji, saat ini masih terus digodok di tingkat pusat.
”Sampai sekarang saya masih sendiri di pejabatnya yang dilantik di Kutim. Kami berharap di Februari ini ada pelantikan selanjutnya untuk mengisi posisi Kasubag TU dan bina haji yang sedang berproses,” tuturnya menjelaskan kondisi internal organisasi.
Mengenai operasional kantor, Basmawati menjelaskan bahwa transisi penuh dimulai pada awal tahun ini. Selama bulan Desember 2025, pihaknya masih fokus menyelesaikan administrasi dan melengkapi dokumen yang sebelumnya berada di bawah naungan Kementerian Agama.
”Untuk operasional, kita full mengerjakan tugas di Kemenhaj itu sejak 1 Januari 2026. Saat ini kita sudah berdiri sendiri dan sudah berpisah dengan Kementerian Agama secara organisasi,” tegasnya.
Terkait fasilitas kantor, Kemenhaj Kutim kini menempati gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT). Meski tanah bangunan tersebut masih berstatus milik Kementerian Agama, koordinasi antar-instansi berjalan sangat harmonis demi kepentingan umat.
”Alhamdulillah kita berkantor di gedung PLHUT Kutim. Kita tetap berdampingan melaksanakan tugas dan semoga silaturahmi tetap terjaga karena kita ini sebenarnya tetap saudara,” kata Basmawati.

Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi tantangan tersendiri bagi instansi baru ini. Saat ini, Kemenhaj Kutim hanya diperkuat oleh tujuh orang personel untuk melayani seluruh calon jemaah haji di kabupaten tersebut.
”Personel kami ada tujuh orang, terdiri dari tiga PNS, satu P3K, satu CPNS, ditambah satu petugas kebersihan dan satu satpam. Meski SDM terbatas, kami berupaya memberikan pelayanan secara maksimal,” jelasnya.
Basmawati memastikan bahwa meski personel minim, proses administrasi jemaah tetap berjalan on-track.
”Alhamdulillah proses pemberkasan jemaah haji kita yang akan berangkat tahun 2026 ini sudah selesai,” ungkapnya.
Ke depannya, Basmawati berharap struktur organisasi dapat segera lengkap agar pembagian tugas lebih spesifik. Ia ingin memastikan bahwa kehadiran Kemenhaj Kutim benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam mempermudah urusan ibadah ke Tanah Suci.
”Harapan kami tentu dengan adanya kantor sendiri, koordinasi menjadi lebih cepat. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar transisi ini membawa berkah bagi pelayanan haji di Kutim,” tutupnya.(kopi14/kopi13)





































