Beranda Kutai Timur KSRG di SMPN 7 Muara Kaman, Disdikbud Kutim Percepat Pembelajaran Digital

KSRG di SMPN 7 Muara Kaman, Disdikbud Kutim Percepat Pembelajaran Digital

35 views
0

Studi tiru Disdikbud Kutim ke SMPN 7 Muara Kaman. Foto: Budi/RPD For Pro Kutim

MUARA KAMAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memantapkan langkah menuju transformasi pembelajaran digital melalui program Sekolah Rujukan Google (KSRG). Upaya tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan studi tiru ke SMP Negeri 7 Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (11/2/2026) kemarin yang merupakan satu-satunya sekolah rujukan Google di wilayah Kalimantan.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 kepala sekolah, perwakilan Dewan Pendidikan, serta staf Dinas Pendidikan Kutim, sebagai bagian dari proses pembelajaran langsung terkait implementasi KSRG yang telah berjalan secara resmi dan terlisensi oleh Google.

SMP Negeri 7 Muara Kaman dipilih sebagai lokasi studi tiru karena statusnya sebagai sekolah rujukan Google yang telah memiliki lisensi resmi serta pengalaman implementasi pembelajaran berbasis ekosistem digital Google for Education secara terstruktur dan berkelanjutan.

Kepala Disdikbud Kutim Mulyono, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi percepatan dalam membangun fondasi pendidikan digital di Kutim.

“Kami tidak ingin sekadar berjalan, tetapi ingin melompat lebih jauh. Studi tiru ini ibarat menyalakan obor di tengah kabut transformasi digital, agar arah yang kami tempuh semakin terang dan terarah,” ujar Mulyono.

Ia menyampaikan bahwa Disdikbud Kutim saat ini tengah berada dalam proses menuju penetapan Sekolah Rujukan Google dan telah melalui berbagai tahapan persiapan, mulai dari bimbingan teknis hingga sertifikasi sekolah.

“Dari 36 sekolah yang telah mengikuti bimbingan teknis dan sertifikasi, kami menargetkan minimal 30 sekolah untuk didorong menjadi KSRG pada tahap awal. Ini bukan sekadar target administratif, tetapi langkah strategis untuk membangun ekosistem pendidikan digital yang kuat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Mulyono, fokus utama saat ini adalah membina dan menguatkan kapasitas 30 sekolah tersebut agar Kutim dapat segera memiliki sekolah rujukan Google, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat Provinsi Kalimantan Timur bahkan nasional.

“Kami ingin Kutim tidak hanya menjadi penonton dalam era digitalisasi pendidikan, tetapi menjadi pelaku utama. Sekolah rujukan Google adalah jembatan emas menuju pembelajaran abad ke-21 yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” tambahnya.

Melalui studi tiru ini, para kepala sekolah mendapatkan gambaran langsung tentang praktik terbaik penerapan KSRG, mulai dari manajemen sekolah digital, sistem pembelajaran berbasis platform Google, penguatan kompetensi guru, hingga budaya belajar berbasis teknologi.

Disdikbud Kutim berharap hasil studi tiru ini dapat menjadi referensi konkret untuk mengadopsi, meniru, dan memodifikasi praktik terbaik yang sesuai dengan karakteristik sekolah-sekolah di Kutim, sehingga transformasi pembelajaran digital tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi budaya baru dalam dunia pendidikan daerah.

Dengan langkah ini, Kutim menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan masa depan yang modern, inklusif, dan berbasis teknologi, sejalan dengan visi peningkatan kualitas sumber daya manusia di era digital.(kopi15/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini