Beranda Kutai Timur Pebulu Tangkis Kutim Pacu Mental di Ajang Sirnas C 2026

Pebulu Tangkis Kutim Pacu Mental di Ajang Sirnas C 2026

10 views
0

Saufa dan Coach Kamal ditemui Pro Kutim setelah pertandingan di GOR Kudungga. Foto Bagus/Pro Kutim

SANGATTA – Riuh rendah suara penonton dan gemuruh tepukan raket bersahut-sahutan memenuhi GOR Kudungga. Di tengah atmosfer ketat Kejuaraan Bulu Tangkis Nasional Bupati Open Kutim 2026 Sirkuit Nasional (Sirnas) C, terselip kisah-kisah perjuangan penuh haru dari para atlet lokal Kutai Timur (Kutim) yang tampil sebagai tuan rumah.

Bagi para atlet daerah, kehadiran turnamen level nasional di rumah sendiri menjadi berkah sekaligus panggung pembuktian yang luar biasa. Salah satunya dirasakan oleh Syaufah Nurul Aini (Saufa), atlet cilik berusia 11 tahun asli Kutim yang bernaung di bawah PB Kalianusa.

Turun di kategori Anak-Anak, Saufa mengaku sempat didera rasa gugup saat harus berhadapan dengan lawan-lawan tangguh dari 15 provinsi di Indonesia. Apalagi, ini merupakan ajang sirkuit nasional kedua yang pernah ia ikuti setelah sebelumnya sempat mencicipi atmosfer serupa di Bontang.

“Rasanya gugup, lawannya kuat-kuat semua. Ini jadi pelajaran buat saya untuk lebih giat berlatih lagi. Harapannya di pertandingan berikutnya nanti bisa menang,” ungkap Saufa polos namun penuh tekad kepada Pro Kutim, Selasa (12/5/2026).

Di balik layar persiapan para atlet lokal Kutim, tersimpan perjuangan yang tidak mudah. Pelatih (Coach) PB Kalianusa, Khamal Alkahfi Bunyamin, membeberkan bahwa anak-anak asuhnya harus pintar membagi fokus antara latihan fisik yang berat dan kewajiban akademis di sekolah.

Persiapan Sirnas C kali ini berbarengan dengan jadwal ujian sekolah yang hanya tinggal satu minggu lagi, sehingga porsi latihan harus disesuaikan dengan izin orang tua. Sebagian besar atlet lokal memanfaatkan sisa waktu yang sempit belajar intensif dalam satu hari, kemudian sisa hari lainnya difokuskan penuh untuk mengasah taktik di lapangan bulu tangkis.

“Alhamdulillah persiapannya cukup matang, meski ada kendala sedikit karena anak-anak mendekati ujian sekolah seminggu lagi. Namun, esensi utama keikutsertaan kami di Sirnas C pertama di Kutim ini adalah mencari jam terbang dan melatih mental bertanding anak-anak,” jelas Coach Kamal.

Coach Kamal juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Kutim atas terselenggaranya event akbar ini di Sangatta. Menurutnya, status Kutim sebagai tuan rumah sangat membantu klub-klub lokal dari segi finansial dan manajemen logistik.

“Kami bersyukur sekali Pemkab Kutim bisa mengadakan turnamen nasional ini di kabupaten sendiri, jadi kami tidak perlu jauh-jauh keluar daerah. Kalau kemarin kami harus ke Bontang atau daerah lain, biayanya cukup mahal untuk penginapan, makan, dan perjalanan jauh yang menguras fisik anak-anak. Di sini, Alhamdulillah, anak-anak Kutim justru makin termotivasi melihat pemain-pemain bagus dari luar sebagai contoh,” tambahnya.

Sebagai bagian dari komunitas olahraga Kutim, Coach Kamal menilai fasilitas lapangan di GOR Kudungga dan keramahan panitia sudah sangat memadai dan luar biasa untuk menyelenggarakan sirkuit nasional. Namun, demi melahirkan bibit unggul yang mampu mengharumkan nama Indonesia di masa depan, ia menitipkan harapan besar kepada pemerintah daerah.

Saat ini, intensitas kompetisi usia dini di Kutim terbilang masih minim, yakni sekitar 5 bulan sekali. Akibatnya, mental bertanding atlet lokal belum sekokoh atlet di Pulau Jawa.

“Harapan kami ke depan, semoga ada dukungan lebih dari pemerintah berupa pengadaan pelatihan khusus dan asrama atlet untuk anak-anak Kutim yang mumpuni dan berbakat. Jika pembinaan dan fasilitasnya terpusat, kami optimis Kutai Timur bisa melahirkan bibit-bibit unggul untuk Indonesia,” pungkas Coach Kamal optimis.(kopi5/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini