Beranda Kutai Timur Marukangan Bersatu Melawan Narkoba

Marukangan Bersatu Melawan Narkoba

129 views
0

Foto: ist

SANDARAN – Desa Marukangan di Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), berdiri di tepian pesisir yang menghadap langsung ke Selat Makassar.Perairan ini bukan sekadar jalur laut biasa, melainkan lintasan niaga yang menghubungkan wilayah utara Kalimantan Timur (Kaltim), seperti Nunukan dan Kabupaten Berau. Arus perdagangan yang saban waktu melintas membawa geliat ekonomi, tetapi sekaligus menyimpan kerentanan sosial, terutama terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Di wilayah yang dihuni masyarakat pesisir tersebut, kekhawatiran terhadap ancaman narkoba kini menjadi perhatian serius.

Terlebih bagi generasi muda yang tumbuh di tengah dinamika kawasan perlintasan laut.Atas dasar itulah Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kutim bersama Tim Penggerak PKK Desa Marukangan menggelar Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba sekaligus Pelantikan Jaringan Remaja Waspada Penyalahgunaan Narkoba (Jarwasnaba) periode 2026-2028 di Balai Desa Marukangan, Selasa (5/5/2026).

Program Jarwasnaba dibentuk sebagai ruang partisipasi remaja dalam upaya pencegahan narkoba di lingkungan mereka sendiri.Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Kelompok Kerja (Pokja) 1 TP PKK dengan BNN Kutim yang menitikberatkan pada edukasi, perlindungan generasi muda, serta penyebaran pengetahuan mengenai bahaya narkotika di kalangan sebaya.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat. Hadir perwakilan BNN Kutim, Ketua PKK Kecamatan Sandaran Norlinayati, Ketua PKK Desa Marukangan Lelly Indra Wardana beserta anggota PKK, tokoh adat, tokoh agama, kepala sekolah, serta seluruh ketua RT se-Desa Marukangan.

Ketua TP PKK Kecamatan Sandaran, Norlinayati, menilai langkah yang diambil Desa Marukangan sebagai bentuk nyata implementasi program Pokja I PKK yang berfokus pada pembinaan keluarga serta perlindungan generasi muda.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang dilakukan Pemerintah Desa Marukangan bersama PKK dan BNN Kutai Timur. Ini menjadi bentuk nyata pelaksanaan program Pokja I PKK dalam membina keluarga dan generasi muda agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Bukan hanya itu Desa Marukangan juga banyak berkolaborasi dengan TP PKK,” ujar Norlinayati.

Kepala Desa Marukangan, Endi Heriyanto, mengungkapkan bahwa persoalan narkotika telah menjadi ancaman serius bagi masa depan anak-anak muda di wilayah pesisir tersebut. Menurut dia, pemerintah desa tidak bisa memandang masalah ini sebagai perkara kecil.

“Kami berharap Desa Marukangan benar-benar mendapat perhatian serius agar peredaran narkoba bisa diberantas. Jangan sampai generasi muda kami kehilangan masa depan karena penyalahgunaan narkoba,” tegas Endi Heriyanto.

Ia juga menyerukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga aparatur desa, untuk menjaga lingkungan dari ancaman narkotika yang kian mengkhawatirkan.
Endi bahkan tidak menutupi kegelisahannya terhadap maraknya peredaran narkotika, khususnya sabu, di wilayahnya. Fenomena tersebut, menurut dia, telah mencapai taraf yang memprihatinkan.

“Kami sudah beberapa kali melapor kepada aparat yang berwajib, mulai tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut yang benar-benar tegas. Penyalahgunaan narkotika, khususnya sabu, sudah sangat marak di kalangan remaja Desa Marukangan. Bahkan sekarang seperti mudahnya orang membeli kacang goreng di pinggir jalan,” tegas Endi Heriyanto.

Harapan baru kemudian disematkan pada Jarwasnaba, sebuah gerakan remaja yang diharapkan mampu menjadi benteng sosial di tengah masyarakat pesisir.

Narasumber dari BNN Kutim, Umyatul Kurnia, menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba kini tidak lagi terbatas di kota-kota besar. Desa pesisir dan wilayah perlintasan perdagangan juga mulai menjadi sasaran.

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat. Remaja perlu dibekali pemahaman agar berani mengatakan tidak terhadap narkoba dan mampu menjadi agen edukasi di tengah masyarakat,” ujar Umyatul Kurnia.

Menurutnya, pendekatan sebaya atau peer approach (pendekatan antar-teman), sering kali lebih efektif dalam menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan remaja.

Ketua Jarwasnaba Desa Marukangan, Reski Aditia, siswa SMK filial Desa Marukangan yang dipercaya memimpin organisasi tersebut, menyatakan kesiapannya untuk menggerakkan kampanye anti narkoba di sekolah maupun lingkungan masyarakat.

“Kami ingin menjadi contoh bagi teman-teman sebaya agar menjauhi narkoba. Jarwasnaba bukan hanya organisasi, tetapi gerakan bersama untuk melindungi masa depan remaja Desa Marukangan,” kata Reski.

Bagi masyarakat Marukangan, pelantikan Jarwasnaba bukan sekadar seremonial kelembagaan. Ia adalah ikhtiar kolektif, sebuah ihtimam (perhatian sungguh-sungguh), untuk menjaga generasi muda dari ancaman yang dapat merampas masa depan mereka.
Di pesisir yang ramai oleh lalu lintas kapal dagang itu, para remaja kini mencoba menegakkan pagar kesadaran. Sebuah benteng sosial yang dibangun dari pengetahuan, keberanian, dan kepedulian bersama. (kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini