Beranda Kutai Timur Sinergi KPC dan Pendidikan Kutim Lahirkan Minimarket Sekolah untuk Masa Depan Vokasi

Sinergi KPC dan Pendidikan Kutim Lahirkan Minimarket Sekolah untuk Masa Depan Vokasi

53 views
0

Foto: ist

SANGATTA – Di halaman SMAN 1 Sangatta Selatan, Selasa (5/5/2026), sebuah bangunan sederhana berdiri dengan rupa bersahaja. Namun, di balik dindingnya yang baru rampung, tersimpan gagasan besar, ruang belajar kewirausahaan bagi para pelajar. Fasilitas itu berupa minimarket dan workshop program dual track yang dibangun berkat dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan dari Kaltim Prima Coal.

Bangunan tersebut diresmikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur (Diadikbud Kutim), Mulyono, yang hadir mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Peresmian turut dihadiri perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Paeran, Kepala SMAN 1 Sangsel, Rubito, serta jajaran perusahaan, di antaranya Act Manager Community Empowerment KPC Muhammad Yusuf.

Pembangunan fasilitas itu dimulai sejak Oktober 2025 melalui sistem swakelola. Bangunan utama berdimensi 6 × 16 meter persegi dengan tambahan teras berukuran 2 × 2,2 meter persegi. Proyek tersebut menelan anggaran Rp487.740.264 yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) bidang infrastruktur pendidikan tahun anggaran 2025 milik KPC. Bagi pemerintah daerah, kehadiran fasilitas ini bukan sekadar tambahan bangunan di lingkungan sekolah. Ia dipandang sebagai wahana pembelajaran praktis bagi siswa yang tengah menapaki dunia kewirausahaan.

“Mewakili Pemkab Kutim, saya mengucapkan terima kasih kepada KPC yang telah memberikan bantuan serta berkontribusi dalam membantu pemerintah guna peningkatan kualitas serta infrastruktur pendidikan. Semoga KPC terus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat khususnya di Kutai Timur,” ujar Mulyono dalam sambutannya.

Ia menilai kolaborasi antara sekolah dan dunia usaha merupakan terobosan yang patut ditiru lembaga pendidikan lain di Kutim. Melalui pendidikan vokasi, kata dia, sekolah dapat menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan siap terjun ke dunia kerja.


Menurut Mulyono, pendekatan tersebut juga berfungsi sebagai jawaban atas perubahan lanskap ketenagakerjaan. Pendidikan vokasi, lanjutnya, diharapkan mampu menekan angka pengangguran sekaligus mendorong kemajuan ekonomi, terlebih dalam memanfaatkan momentum bonus demografi.

Kepala SMAN 1 Sangsel, Rubito, menyebut kerja sama dengan KPC bukanlah hubungan yang baru dirintis. Berbagai kegiatan pelatihan, lokakarya (workshop), hingga dukungan terhadap implementasi kurikulum merdeka telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.


Hubungan itu pula yang mendorong lahirnya program dual track di sekolah tersebut, sebuah skema pendidikan yang memadukan pembelajaran akademik dengan keterampilan vokasional.

“SMANSATSET (SMAN 1 Sangatta Selatan) buktikan dengan berhasil meraih juara 1 Program Dual Track tingkat SMA se Kalimantan Timur pada tahun 2024. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras para siswa, guru, pemerintah, akademisi serta dukungan fasilitas serta pelatihan dari perusahaan dalam hal ini KPC,” kata Rubito.

Ia menjelaskan bahwa minimarket sekolah menjadi bagian integral dari program tersebut. Tempat itu tidak hanya difungsikan sebagai unit usaha, tetapi juga sebagai laboratorium praktik ritel bagi para siswa. Di ruang itu, murid belajar mengelola persediaan barang, memahami tata kelola penjualan, hingga mengasah naluri kewirausahaan. Sebuah keterampilan yang kerap disebut entrepreneurship (kemampuan mengelola usaha secara mandiri).

“Terima kasih kepada KPC yang telah membantu pembangunan minimarket. Permohonan bantuan yang kami ajukan, direspon cepat oleh KPC. Saya mewakili guru, siswa serta orang tua siswa sekali lagi mengucapkan terimakasih KPC. Semoga kedepan kerjasama ini terus terjalin dan semakin baik kedepannya,” ujar Rubito.

Acara peresmian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara pihak KPC yang diwakili Muhammad Yusuf dan SMAN 1 Sangsel yang diwakili Rubito. Seusai prosesi itu, pita di depan pintu minimarket digunting, sebuah simbol pembukaan ruang belajar baru bagi para siswa.

Bagi sekolah di kawasan yang berkembang pesat seperti Kutim, fasilitas tersebut ibarat pelita kecil di tengah arus perubahan ekonomi. Ia mengajarkan bahwa pendidikan tidak berhenti pada buku pelajaran, melainkan juga pada kecakapan hidup yang kelak menentukan masa depan para generasi muda. (kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini