Beranda Kutai Timur Cuaca Ekstrem, Warga Kutim Diminta Waspadai Risiko Kebakaran

Cuaca Ekstrem, Warga Kutim Diminta Waspadai Risiko Kebakaran

99 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam arahan peringatan Hardiknas 2026 terkait cuaca ekstrem.Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperingatkan masyarakat dan tenaga pendidik untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran di tengah fenomena cuaca panas ekstrem. Kondisi instalasi listrik yang rapuh dan kelalaian aktivitas harian dinilai menjadi pemicu utama kerawanan bencana di musim kemarau.

Pesan tersebut ditegaskan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman usai memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Lapangan Kantor Bupati Kutim, Senin (4/5/2026) pagi. Ardiansyah menyoroti bahwa kenaikan suhu udara yang signifikan akibat fenomena El Nino telah meningkatkan risiko kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lingkungan sekolah.

“Kami meminta para guru dan masyarakat luas untuk lebih berhati-hati terhadap jaringan listrik yang kurang mapan atau tidak layak. Jika ditemukan kondisi kabel atau instalasi yang tidak aman, segera lakukan perbaikan sebelum terlambat,” ujar Ardiansyah.

Menurut Bupati, pengecekan rutin terhadap beban listrik sangat krusial. Dalam kondisi suhu udara tinggi, komponen listrik yang sudah tua atau tidak sesuai standar lebih rentan mengalami arus pendek (korsleting). Lingkungan sekolah diharapkan menjadi pelopor dalam kedisiplinan pemeliharaan sarana dan prasarana ini untuk menjamin keselamatan peserta didik.

Selain faktor teknis, Ardiansyah juga menyinggung faktor kelalaian manusia (human error). Ia memberikan penekanan khusus pada kebiasaan membuang puntung rokok yang masih menjadi ancaman serius bagi area terbuka hijau dan lahan kering di Kutim.

“Hati-hati saat membuang puntung rokok. Pastikan sudah benar-benar padam sebelum dibuang. Dalam kondisi cuaca yang sangat panas seperti sekarang, percikan sekecil apa pun bisa memicu kebakaran besar,” tambahnya.

Imbauan ini merupakan bagian dari upaya preventif Pemerintah Kabupaten Kutim dalam menghadapi musim kemarau panjang. Pihak pemerintah daerah juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran kolektif terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar.

Peringatan Hardiknas tahun ini pun tidak hanya menjadi momentum refleksi kualitas pendidikan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya aspek keamanan lingkungan sekolah. Pemerintah berharap kolaborasi antara tenaga pendidik dan masyarakat dapat menekan angka kejadian kebakaran di wilayah tersebut selama masa cuaca ekstrem berlangsung.(kopi15/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini