Jalannya Lomba Mancing Udang Galah gelaran KUGBS dan DLH Kutim. Foto: Habibah/Pro Kutim
SANGATTA – Semangat menjaga kelestarian lingkungan dikemas dalam suasana penuh keakraban melalui kegiatan Lomba Mancing Mancing Galah yang digelar di Dermaga Majai, Sangatta Utara, Sabtu (27/6/2026) pagi. Kegiatan dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut diikuti puluhan penghobi memancing serta mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim Jurianto, pengurus Komunitas Udang Galah Borneo Sangatta (KUGBS) yang diwakili Roni, Ketua RT 44, serta para peserta lomba.
Kepala UPT Kebersihan Sangatta Utara DLH Kutim Jurianto mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan.

Ia menjelaskan, berbagai kegiatan peringatan difokuskan di Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, dengan tujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
“Salah satu pesan yang ingin kami sampaikan melalui kegiatan ini adalah mengajak masyarakat menjaga Sungai Sangatta dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan aktivitas yang memberikan dampak negatif terhadap sungai,” ujarnya.

Menurut Jurianto, DLH juga terus berupaya mengakomodasi pengelolaan sampah di sejumlah titik meskipun belum tersedia Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Langkah tersebut dilakukan agar sampah tidak lagi dibuang di median jalan maupun lokasi yang mengganggu kebersihan lingkungan.
Ia kembali mengingatkan masyarakat agar membuang sampah sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yakni mulai pukul 18.00 hingga 06.00 Wita.
“Mari kita bersama-sama membangun kesadaran menjaga kebersihan lingkungan. Ini juga sejalan dengan Gerakan Indonesia Asri yang digagas Presiden RI Prabowo,” katanya.
Sementara itu, salah seorang peserta lomba, Syahrul, mengaku sangat antusias mengikuti Lomba Mancing Udang Galah. Menurutnya, selain menjadi ajang hiburan dan mempererat kebersamaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

“Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun karena memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Syahrul menilai kelestarian sungai memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan hidup ikan dan keseimbangan ekosistem. Sungai yang bersih akan menjadi habitat yang baik bagi ikan untuk berkembang biak, sedangkan pencemaran akan berdampak buruk tidak hanya bagi ekosistem, tetapi juga masyarakat yang memanfaatkan sungai.
Ia mengajak seluruh masyarakat memulai langkah sederhana seperti tidak membuang sampah ke sungai, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengikuti kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan, hingga menanam pohon di sekitar daerah aliran sungai.

“Kalau lingkungannya terjaga, hasilnya juga akan dinikmati bersama. Lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Melalui Lomba Mancing Udang Galah, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap semangat menjaga lingkungan tidak hanya diperingati setiap Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tetapi menjadi budaya masyarakat dalam menjaga kelestarian Sungai Sangatta untuk generasi mendatang.(kopi10/kopi13/kopi3)






























