Beranda Kutai Timur Lomba Mancing Udang Galah Jadi Gerakan Menyelamatkan Sungai Sangatta

Lomba Mancing Udang Galah Jadi Gerakan Menyelamatkan Sungai Sangatta

7 views
0

Kegiatan memancing di Sungai Masabang saat Fun Game Memancing Udang Galah gelara DLH Kutim. Foto: Lintang/Pro Kutim

SANGATTA – Komunitas Udang Galah Borneo Sangatta bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan Fun Game Memancing Udang Galah masih salam semarak memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Kegiatan berlangsung di Dermaga Majai, Sangatta Utara, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi. Turut hadir perwakilan DLH Kutim, perusahaan pendukung, serta puluhan peserta dari Komunitas Udang Galah Borneo Sangatta.

Ketua Umum Komunitas Udang Galah Borneo Sangatta, Roni, mengatakan persiapan kegiatan tidak mudah. Menurutnya, panitia harus berjuang mencari dukungan pendanaan dari berbagai perusahaan karena keterbatasan anggaran pemerintah.

“Kami menyebarkan proposal ke puluhan perusahaan tambang maupun sawit. Namun, hanya sekitar tiga sampai empat perusahaan yang memberikan dukungan. Persiapannya cukup berat bagi teman-teman panitia,” ujarnya.

Meski demikian, antusiasme peserta cukup tinggi. Hingga hari pelaksanaan, tercatat sekitar 50 tim mengikuti perlombaan, dengan masing-masing tim terdiri atas tiga orang. Karena keterbatasan dana promosi, peserta didominasi anggota Komunitas Udang Galah Borneo yang berasal dari Sangatta.

Roni berharap kegiatan tersebut menjadi awal semakin besarnya perhatian pemerintah terhadap komunitas pecinta lingkungan dan pemancing udang galah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Wakil Bupati yang sudah meluangkan waktu hadir. Kehadiran beliau menjadi bukti bahwa pemerintah mulai memberikan perhatian kepada komunitas seperti kami,” katanya.

Mewakili Kepala DLH Kutim Aji Wijaya Effendi, Kepala UPT Kebersihan Sangatta Utara Jurianto menyampaikan bahwa menjaga kebersihan Sungai Sangatta merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai karena dapat mengganggu habitat ikan dan menimbulkan dampak mikroplastik bagi lingkungan maupun manusia.

Ia juga mengajak masyarakat mematuhi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2012 tentang jam pembuangan sampah, yakni mulai pukul 18.00 hingga 06.00 Wita, serta berharap kolaborasi bersama komunitas lingkungan dapat terus ditingkatkan.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengapresiasi inisiatif Komunitas Udang Galah Borneo yang menggabungkan kegiatan olahraga rekreasi dengan aksi menjaga lingkungan.

Menurutnya, kondisi Sungai Sangatta saat ini perlu mendapat perhatian bersama karena perubahan habitat satwa, termasuk buaya, dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Ia menilai menjaga kebersihan sungai merupakan salah satu upaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat.

Mahyunadi juga memberikan tambahan bantuan sebesar Rp 5 juta untuk menambah hadiah perlombaan setelah sebelumnya telah membantu panitia sebesar Rp 3 juta yang digunakan untuk kebutuhan pelaksanaan kegiatan.

“Saya tambah lagi Rp 5 juta supaya hadiahnya bertambah dan peserta semakin semangat. Tapi yang paling penting jangan ada kecurangan. Kalah menang itu biasa, yang utama adalah persatuan, kekompakan, dan silaturahmi sesama anggota Komunitas Udang Galah Borneo,” ujarnya.

Setelah kegiatan resmi dibuka secara simbolis dengan penekanan sirine oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, para peserta langsung menaiki sampan masing-masing untuk menyusuri Sungai Sangatta dan memulai perburuan udang galah. Mahyunadi pun turut berkeliling menggunakan perahu menyusuri area perlombaan. Di sela-sela peninjauan, ia menyapa para peserta sekaligus memberikan semangat secara langsung agar tetap menjunjung tinggi sportivitas serta menikmati jalannya perlombaan.

Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan Sungai Sangatta terus meningkat sehingga kelestarian habitat udang galah dan ekosistem sungai tetap terjaga.(kopi17/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini