Beranda Keagamaan Hanan Attaki Bedah Konsep “Healing”, dari Langit untuk Jiwa yang Letih

Hanan Attaki Bedah Konsep “Healing”, dari Langit untuk Jiwa yang Letih

86 views
0

Tausiah penuh makna Ustaz Hanan Attaki disaksikan jemaah Kutim yang hadir.Foto: Irfan/Lintang Pro Kutim

SANGATTA – Ribuan warga memadati pelataran tertutup Masjid Agung Al Faruq, Bukit Pelangi, Minggu (26/4/2026). Sejak jelang siang, arus jemaah tak henti mengalir, memenuhi ruang ibadah yang teduh itu untuk menyimak tausiah Hanan Attaki. Pendakwah yang lekat dengan generasi muda tersebut mengangkat tema yang terasa karib dengan keseharian, kesehatan mental (mental health) dan ekologi sebagai jalan keluar bagi jiwa yang terasa “terbakar” atau burnout (kelelahan batin berkepanjangan).

Dalam ceramahnya, Hanan menelusuri ihwal asal-muasal penciptaan manusia sebagai pintu memahami ikhtiar penyembuhan. Ia menuturkan bahwa jasad manusia berasal dari tanah. Karena itu, tutur dia, obat bagi sakit ragawi tersedia di bumi. Seperti dedaunan, rempah, air, serta pelbagai sarana alami lain. Namun, ia menekankan dimensi lain yang kerap luput disadari.

“Salah satu kekeliruan orang yang tidak paham konsep Islam adalah ketika jiwanya sakit, ia mencari obat bumi. Jiwa yang sakit, hati yang retak, pikiran yang kalut obatnya bukan di bumi, tapi dari langit,” ujar Hanan di hadapan jemaah.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa Tuhan menyediakan perantara di bumi sebagai titian menuju kesembuhan tersebut, yakni alam. Hanan mengemukakan adagium, “Life hurts, nature heals” yaitu hidup melukai, alam menyembuhkan. Bagi dia, bentang rimba, desir angin, dan hamparan cakrawala bukan semata panorama, melainkan medium tafakur (perenungan mendalam) yang menautkan manusia dengan Sang Pencipta.

Dalam lima tahun terakhir, ia konsisten mengangkat simpul keterkaitan antara iman, kesehatan mental, dan ekologi. Tema itu, menurutnya, bersinggungan erat dengan realitas generasi Z yang kerap dirundung overthinking (berpikir berlebihan), kecemasan, hingga anxiety (gangguan cemas). Ia menyebut aktivitas berjalan di alam atau mentadaburi kebesaran Ilahi dapat merangsang hormon serotonin, yakni penstabil suasana hati (mood stabilizer).

“Jika merasa overthinking, cemas, atau anxiety, salah satu caranya adalah grounding, forest bathing, atau berjalan tanpa alas kaki agar kulit bersentuhan langsung dengan tanah. Itu cara menyembuhkan kejiwaan kita,” jelasnya.

Grounding (teknik menyentuhkan tubuh langsung dengan permukaan bumi) dan forest bathing (berendam suasana hutan) ia sebut sebagai bentuk perawatan batin yang sederhana, tetapi sarat makna. Sentuhan tanah, paparan cahaya mentari, serta tarikan napas di bawah pepohonan rindang diyakini membantu meredakan kegelisahan yang berkelindan.

Hanan kemudian mengajak jemaah menilik gaya hidup para nabi yang intim dengan alam. Ia mencontohkan kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang kerap menyendiri ke Jabal Nur dan Gua Hira untuk berkhalwat (mengasingkan diri demi ibadah), atau berjalan di padang pasir guna menenteramkan hati dari tekanan masyarakat jahiliah. Ia juga mengisahkan saat Nabi dan para sahabat pulang dari perjalanan berat yang menguras mental (mental exhaustion). Alih-alih beristirahat di dalam tenda, Nabi memilih berbaring di atas pasir tanpa alas, menatap bulan purnama.

“Nabi memilih bersandar di bawah pohon yang rindang bukan karena tidak mampu membuat tenda, tapi itu adalah cara beliau mengembalikan suasana hati setelah kelelahan. Ini adalah short serotonin,” tambah Hanan.

Menurut dia, kedekatan dengan alam merupakan arsitektur kebahagiaan tingkat tinggi yang telah dicontohkan sejak dahulu. Ia menyayangkan minimnya pembahasan ihwal relasi iman, mental, dan lingkungan dalam diskursus keagamaan masa kini.

Kajian yang berlangsung khidmat itu menjadi pengingat bahwa penyembuhan luka batin tidak selalu ditemukan di balik dinding beton atau ruang tertutup. Ada saatnya manusia menyingkir dari hiruk pikuk, menapak tanah dengan kesadaran utuh, lalu mengangkat doa ke langit. Dari sanalah, ujar Hanan, jiwa menemukan pemulihannya. (kopi13/kopi17/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini