Foto: ist
SANGATTA- Di tengah denyut aktivitas industri yang nyaris tak pernah berhenti, puluhan pekerja dari PT Karyanusa Ekadaya (KED) meluangkan waktu untuk sebuah ikhtiar kemanusiaan yang sunyi namun bermakna. Bersama tim medis dari Palang Merah Indonesia (PMI), mereka mengikuti kegiatan donor darah yang digelar untuk membantu menjaga ketersediaan darah bagi fasilitas kesehatan di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim).
Kegiatan itu bukan sekadar agenda insidental perusahaan. Ia hadir sebagai upaya kecil yang menyasar kebutuhan besar, yakni menjaga cadangan darah bagi pasien yang memerlukannya. Di wilayah ini, PMI mencatat produksi sekitar 500 hingga 600 kantong darah setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit. Angka tersebut menjadi penopang utama layanan transfusi bagi pasien di berbagai fasilitas kesehatan, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan.
Karena itulah, keterlibatan dunia usaha dipandang penting. Tanpa dukungan berbagai pihak, ketersediaan darah kerap menjadi perkara yang tidak sederhana, terutama di daerah yang wilayahnya luas dan jarak antarfasilitas kesehatan tidak selalu dekat.

Kegiatan donor darah di lingkungan PT KED dilaksanakan dengan pendampingan tenaga medis profesional dari PMI. Setiap peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan awal. Mulai dari pengecekan tekanan darah hingga kondisi umum tubuh, untuk memastikan kelayakan menjadi pendonor. Setelah dinyatakan memenuhi syarat medis, barulah proses pengambilan darah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Di balik rangkaian prosedur tersebut, terselip semangat kebersamaan para pekerja yang berpartisipasi. Bagi manajemen perusahaan, kegiatan ini bukan hanya rutinitas korporasi, melainkan bentuk kepedulian sosial yang tumbuh dari nilai kemanusiaan.
Manajemen PT KED, M Satria Abdi Catur P, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai donor darah merupakan wujud solidaritas nyata para pekerja terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Kegiatan donor darah yang diinisiasi Polibun PT KED merupakan kontribusi nyata dari nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang dijunjung tinggi perusahaan. Kami percaya bahwa setetes darah yang diberikan bukan sekadar bantuan kesehatan, melainkan bukti solidaritas karyawan terhadap sesama yang membutuhkan,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Koordinator Tim PMI Kutim, Andi Nur Suci. Menurutnya, partisipasi sektor usaha memiliki arti penting dalam menjaga kesinambungan stok darah bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bukti nyata kepedulian karyawan dan perusahaan terhadap keselamatan nyawa sesama, mengingat kebutuhan darah di rumah sakit terus meningkat,” katanya.
Seluruh kantong darah yang berhasil dihimpun dalam kegiatan tersebut kemudian diserahkan kepada PMI untuk didistribusikan kepada rumah sakit dan pasien yang membutuhkan. Dengan demikian, manfaatnya tidak berhenti di lingkungan perusahaan, tetapi merambat lebih luas. Menyentuh masyarakat yang tengah berjuang melawan penyakit dan memerlukan transfusi darah.

Di sisi lain, kegiatan donor darah juga memberi manfaat langsung bagi para pendonor. Sebelum proses donor dilakukan, setiap peserta menjalani skrining kesehatan awal. Sebuah pemeriksaan dasar yang dapat membantu mendeteksi kondisi tubuh secara dini.
Bagi PT KED, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian inisiatif kesehatan yang dijalankan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan tenaga medis serta fasilitas kesehatan setempat. Upaya tersebut tidak hanya ditujukan bagi para pekerja, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Pada akhirnya, di balik setetes darah yang mengalir ke kantong donor, tersimpan harapan yang jauh lebih besar: menjaga nyawa, memelihara solidaritas, dan meneguhkan bahwa di tengah geliat industri, ruang bagi kemanusiaan tetap terbuka. Sebuah upaya kecil yang, dalam sunyi, memberi arti bagi banyak kehidupan. (*/kopi3)































