Pedagang hewan ternak di Kutim, Sopyan.Foto: Dewi/Pro Kutim
SANGATTA – Penjualan hewan kurban di kawasan Jalan AW Sjahranie, Kecamatan Sangatta Utara, mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Salah seorang pedagang sapi kurban, Sopyan, mengaku jumlah penjualan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Saat ditemui Pro Kutim di lokasi penjualan pada Selasa (12/5/2026), Sopyan mengatakan stok sapi yang disiapkan tahun ini mencapai sekitar 40 hingga 49 ekor. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya berkisar 25 hingga 27 ekor.
“Alhamdulillah tahun ini ada peningkatan. Tahun lalu sekitar 25 sampai 27 ekor, sekarang sekitar 40 lebih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sapi-sapi yang dijual didatangkan dari wilayah Sulawesi, khususnya Mamuju, melalui jaringan pemasok yang telah lama bekerja sama dengannya. Sebagian sapi juga diambil melalui rekan di Samarinda.

Menurut Sopyan, harga sapi kurban yang ditawarkan bervariasi tergantung ukuran dan bobot hewan. Untuk harga termurah berada di kisaran Rp 19 juta, sedangkan ukuran terbesar mencapai sekitar Rp 26 juta per ekor.
“Minimal sekitar Rp19 juta, paling tinggi sekitar Rp26 juta,” katanya.
Terkait kondisi kesehatan hewan, Sopyan memastikan seluruh sapi yang dijual dalam keadaan sehat dan telah menjalani pemeriksaan dari petugas Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur (Kutim).
Ia mengaku proses pemeriksaan kesehatan berjalan lancar dan tidak menyulitkan pedagang. Selama beberapa tahun terakhir, dirinya juga belum pernah menemukan kendala berarti terkait kesehatan hewan kurban yang dijual.
“Alhamdulillah aman semua. Pelayanan dari dinas juga baik, tidak mempersulit pedagang,” ucapnya.
Sopyan menyebut usaha penjualan sapi kurban yang dijalankannya bersifat musiman dan hanya ramai saat menjelang Iduladha. Meski demikian, permintaan masyarakat tahun ini dinilai cukup tinggi.
Bahkan, kata dia, sebagian besar stok sapi yang didatangkan sebelumnya sudah banyak terjual sehingga dirinya kembali menambah pasokan dari Sulawesi.
“Yang datang sebelumnya tinggal sedikit, jadi saya tambah lagi stok baru. Sekarang masih ada sekitar 20 ekor lebih,” jelasnya.
Ia optimistis penjualan akan terus meningkat hingga mendekati hari raya. Menurutnya, pembeli biasanya masih datang hingga beberapa hari setelah Iduladha.
“Tahun kemarin habis semua. Mudah-mudahan tahun ini juga begitu,” pungkasnya.(kopi15/kopi13/kopi3)


























