Teks: sosialisasi sistem pengelolaan keuangan berbasis digital yang disebut Penguatan Tata Kelola Administrasi Keuangan Transparan dan Akuntabel (PAKTA). (Foto Rosma Pro Kutim)
SANGATTA – Suasana di Ruang Arau, Lantai II Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim) Rabu (29/10/2025), terasa berbeda dari biasanya. Para aparatur di lingkungan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutim berkumpul bukan untuk rapat rutin, melainkan untuk menyambut sebuah langkah baru, lahirnya sistem pengelolaan keuangan berbasis digital yang disebut Penguatan Tata Kelola Administrasi Keuangan Transparan dan Akuntabel (PAKTA).
Inisiatif yang digagas Bagian Perencanaan dan Keuangan Setkab Kutim ini diikuti oleh seluruh staf pengelola serta Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP). Hadir pula Sub Koordinator Keuangan Al Asy’ari dan Sub Koordinator Pelaporan Muhiddin yang turut mendampingi jalannya sosialisasi.
Dalam sambutannya, Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Setkab Kutim Mahriadi, menegaskan bahwa perubahan besar selalu bermula dari kesadaran sederhana.
“Kami menyadari pentingnya tata kelola administrasi keuangan yang transparan, akuntabel, dan efisien sebagai pondasi utama Good Governance,” ujarnya.

Mahriadi menuturkan, selama ini sebagian besar proses administrasi keuangan masih dilakukan secara manual menggunakan lembar Excel dan dokumen fisik. Proses verifikasi yang memakan waktu, risiko kesalahan input, dan keterlambatan informasi menjadi kendala utama yang ingin mereka ubah melalui sistem baru ini.
“Dari tantangan tersebut lahirlah semangat untuk berbenah melalui aksi perubahan yang kami beri nama Penguatan Tata Kelola Administrasi Keuangan Transparan dan Akuntabel (PAKTA),” jelasnya.
Menurut Mahriadi, PAKTA lahir dari hasil evaluasi internal yang menemukan sejumlah kendala klasik. Seperti pencatatan manual tanpa sistem digital terintegrasi, format laporan yang tidak seragam antarbagian, hingga keterbatasan kemampuan aparatur dalam penggunaan teknologi.
Sebagai solusi, pihaknya merancang empat pilar inovasi utama PAKTA, yakni:
Sistem Administrasi Keuangan Digital Terintegrasi, berbasis Google Form dan Spreadsheet agar pencatatan, pelaporan, dan pemantauan keuangan dapat dilakukan secara elektronik dan real time;

Dashboard Monitoring, yang memungkinkan pimpinan mengakses dan memantau kondisi keuangan dengan cepat dan akurat;
Klinik Keuangan Internal, sebagai ruang belajar dan pendampingan bagi aparatur agar mampu beradaptasi dengan sistem baru sekaligus memperkuat budaya transparansi;
Penguatan Kolaborasi dan Perubahan Mindset, untuk menumbuhkan budaya kerja digital yang cerdas, terukur, dan modern.
Dengan inovasi ini, Mahriadi berharap proses penyusunan laporan keuangan dapat berlangsung lebih cepat dan akurat, koordinasi antarbagian menjadi lebih efisien, serta risiko kesalahan dan keterlambatan laporan dapat ditekan.
“Lebih dari sekadar perubahan sistem, PAKTA adalah langkah menuju transformasi budaya kerja digital yang akuntabel dan berorientasi pada hasil,” tutupnya.
Sosialisasi ini bukan sekadar peralihan teknis, melainkan simbol perubahan pola pikir birokrasi Kutim menuju tata kelola yang lebih terbuka, efisien, dan berdaya saing di era digital. (kopi16/kopi3)




































