Beranda Kutai Timur Ini 5 Kajian Utama Brida Kutim Paling Anyar

Ini 5 Kajian Utama Brida Kutim Paling Anyar

79 views
0


Bagus Rai Wibowo, Peneliti Ahli Pertama Brida Kutim. Foto: Lintang/Pro Kutim

SANGATTA – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat perannya dalam mendukung kebijakan pembangunan berbasis riset. Pasca penetapan anggaran perubahan tahun ini, BRIDA menyiapkan lima kajian utama yang dinilai strategis untuk kemajuan daerah, mulai dari transportasi ramah lingkungan, layanan publik digital, hingga ketahanan pangan.

Kepala BRIDA Kutim, Juliansyah melalui Peneliti Ahli Pertama Bagus Rai Wibowo, menjelaskan bahwa lembaganya kini fokus memastikan setiap kebijakan pemerintah daerah memiliki dasar ilmiah yang kuat dan aplikatif di lapangan.

Salah satu kajian yang tengah berjalan adalah mengenai program bus listrik gratis bagi pelajar di Kutim. BRIDA melakukan analisis menyeluruh terhadap rencana implementasi program ini, baik dari sisi kelayakan teknis, efisiensi biaya, maupun dampak lingkungannya.

Bagus mengatakan, program ini diharapkan dapat membantu pelajar menghemat biaya transportasi sekaligus mendukung transisi energi bersih di daerah.

“Kita ingin melihat semua aspek secara komprehensif. Harapannya tahun depan sudah bisa mulai diujicobakan,” jelasnya.

Selain itu, BRIDA juga menggandeng Universitas Indonesia (UI) dalam kajian strategis mengenai pemanfaatan Bandara Tanjung Bara. Kajian ini difokuskan pada bagaimana bandara yang selama ini digunakan terbatas untuk kepentingan perusahaan, dapat dioptimalkan agar berperan lebih luas dalam mendukung konektivitas masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal.

“Kajian ini tidak hanya mengkomersilkan bandara antar kabupaten/kota di Kutim, Balikpapan dan Samarinda namun juga rencana untuk dijadikan bandara nasional bahkan internasional,” kata Bagus.

Kajian lain yang tak kalah penting adalah evaluasi terhadap program Rp 250 juta per RT per tahun, yang kini menjadi perhatian banyak pihak. BRIDA bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Administrasi Kebijakan dan Layanan Publik, Universitas 17 Agustus Samarinda dan juga melibatkan dari DPRD Kutim untuk memastikan program tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran.

Menurut Bagus, program ini harus memiliki panduan berbasis data agar setiap dana yang digelontorkan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin memastikan dana itu tidak hanya terserap, tetapi juga akuntabel dan memberi manfaat nyata di tingkat RT,” terangnya.

Tak berhenti di sana, BRIDA juga sedang mengembangkan kajian terkait layanan Dukcapil Mandiri, sebuah sistem inovatif yang memungkinkan warga mencetak KTP, KK, KIA, dan dokumen kependudukan lainnya secara mandiri, mirip seperti mesin ATM. Program ini sudah diuji coba di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, dan direncanakan akan diperluas ke 16 kecamatan lain di Kutim tahun depan.

“Inovasi ini sangat membantu mempercepat pelayanan sekaligus memangkas antrean di kantor Dukcapil,” ujar Bagus optimistis.

Sementara itu, aspek ketahanan pangan daerah juga menjadi perhatian penting BRIDA. Dalam kajian terakhirnya, BRIDA tengah menyiapkan peta riset dan strategi untuk memastikan Kutim memiliki kemandirian pangan yang kuat dalam menghadapi potensi krisis dan fluktuasi harga kebutuhan pokok.

“Kita ingin memastikan Kutim siap menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan,” tambah Bagus.

Sebagai penutup, Bagus menegaskan bahwa kelima kajian strategis tersebut menjadi bukti nyata komitmen BRIDA dalam mendukung arah kebijakan pemerintah daerah. Ia berharap seluruh hasil riset dapat menjadi landasan kuat bagi pengambilan keputusan yang lebih efektif, efisien, dan berpihak pada masyarakat.

“BRIDA bukan sekadar lembaga penelitian, tapi motor inovasi daerah. Kami ingin riset menjadi bagian dari solusi nyata untuk pembangunan Kutim,” pungkasnya.(kopi8/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini