Beranda Kutai Timur Usai Dilantik, Camat Sangkulirang Fokus Pemerataan Pelayanan Desa

Usai Dilantik, Camat Sangkulirang Fokus Pemerataan Pelayanan Desa

133
0

Camat Sangkulirang, Cipto Buntoro.Foto: Bagus/Lintang Pro Kutim

SANGATTA — Camat Sangkulirang definitif, Cipto Buntoro, menegaskan komitmennya untuk memastikan pemerataan pelayanan publik di wilayah Sangkulirang yang memiliki karakter pesisir dan kepulauan dengan sebaran desa yang luas. Hal tersebut disampaikannya usai dilantik secara resmi pada Senin (26/1/2026) di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim).

Sangkulirang diketahui memiliki jumlah desa terbanyak dibanding kecamatan lain di Kutim, yakni sebanyak 15 desa. Untuk itu, Cipto menekankan pentingnya peningkatan koordinasi antara kecamatan, desa, dan seluruh perangkat, khususnya dalam bidang pemerintahan, administrasi, serta pelayanan publik seperti kependudukan dan kesehatan.

Dalam waktu dekat, Kecamatan Sangkulirang juga bersiap menghadapi tahapan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai bagian dari penyusunan RKPD 2027. Musrenbang desa telah dilaksanakan pada 5–15 Januari 2026, sementara Musrenbang tingkat kecamatan dijadwalkan pada 4–5 Februari 2026.

“Forum Musrenbang ini menjadi ruang strategis untuk menjaring aspirasi masyarakat dan menyelaraskan program pembangunan dengan 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati periode 2024–2029,” jelasnya.

Di sektor ekonomi, Cipto menyoroti potensi kelautan dan perikanan sebagai sumber penghidupan utama masyarakat pesisir Sangkulirang. Ia menyebut akan memperkuat kolaborasi dengan Dinas Perikanan Kutim dan Dinas Kelautan Provinsi Kalimantan Timur untuk mendorong pengembangan sektor tersebut.

Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi perhatian, khususnya Desa Pulau Miang yang kini berkembang sebagai destinasi wisata unggulan. Pengembangan sarana prasarana, homestay, serta transportasi laut dinilai terus menunjukkan kemajuan.

“Kami akan berkolaborasi lebih intens dengan Dinas Pariwisata untuk meningkatkan fasilitas penunjang agar wisatawan domestik maupun luar daerah merasa nyaman,” katanya.

Sementara itu, untuk pengembangan UMKM, ia menilai pembinaan masih perlu ditingkatkan, terutama UMKM berbasis pengolahan hasil perikanan. Menurutnya, berbagai dukungan dan pembinaan dari pemerintah provinsi maupun kabupaten perlu terus diperkuat agar UMKM Sangkulirang semakin berkembang.

Terkait infrastruktur, ia mengakui masih banyak tantangan, khususnya akses menuju desa wisata Pulau Miang dan konektivitas antar desa. Ia menyoroti kondisi jalan poros Sangkulirang–Maloy yang kini berstatus non-status, serta akses jalan di wilayah Sangkulirang seberang yang membentang hingga 65 kilometer dan membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.

“Kami berharap pembangunan jalan antar desa sebagai salah satu program unggulan dapat terwujud pada periode 2026-2029,” harapnya.

Di sektor energi, Cipto menyampaikan apresiasi atas pembangunan jaringan listrik PLN yang kini menjangkau enam desa, dari Desa Tepian Terap hingga Desa Pelawan, dengan target menyala sebelum Lebaran 2026. Ia juga menyebut pembangunan Jembatan Sungai Nibung yang menghubungkan Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang ditargetkan rampung pada Februari 2026.

Menutup pernyataannya, Cipto berharap Sangkulirang ke depan dapat berkembang sebagai kawasan wisata yang tertata dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat, didukung infrastruktur, sanitasi, kebersihan, dan penataan lingkungan yang baik.(kopi17/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini