Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat kroscek peninjauan lapangan usulan pembangunan kanal Karangan Seberang. Foto: Irfan/Pro Kutim
KARANGAN – Masalah banjir tahunan dan ancaman serangan buaya yang menghantui warga RT 06, Jalan Soekarno Hatta, Desa Karangan Seberang, kini mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Menanggapi keluhan masyarakat, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, melakukan peninjauan lapangan secara langsung pada Sabtu (31/1/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati tidak sendirian. Ia didampingi oleh Anggota DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, guna melihat secara teknis titik koordinat yang diusulkan untuk pembangunan kanal banjir. Proyek ini dinilai mendesak karena lokasi pemukiman tersebut kerap terendam air saat curah hujan tinggi, sekaligus menjadi jalur perlintasan predator air yang membahayakan keselamatan warga.
Kepala Desa Karangan Seberang, Ahmad Muzahid, mengungkapkan bahwa usulan pembangunan kanal ini merupakan aspirasi prioritas warga. Menurutnya, drainase yang ada saat ini sudah tidak mampu menampung debit air. Selain itu, kondisi geografis yang dekat dengan habitat alami buaya membuat luapan air seringkali membawa satwa liar tersebut masuk ke area aktivitas masyarakat.

“Kami berharap pembangunan kanal ini bisa menjadi solusi ganda. Selain mempercepat aliran air ke hilir agar tidak merendam jalan dan rumah, kanal ini juga diharapkan menjadi pembatas atau proteksi fisik agar buaya tidak mudah naik ke pemukiman saat banjir,” jelas Ahmad Muzahid di sela-sela peninjauan.
Muzahid menambahkan pemerintah desanya juga sudah membangun papan peringatan bertuliskan “Waspada Serangan Buaya” yang ditujukan kepada seluuh masyarakat dilarang beraktifitas di sepanjang aliran sungai.
“Hal ini tentunya memberikan imbauan antisipasi tidak ada yang mendekat di sekitar lokasi aliran sungai,” sebutnya.

Menanggapi usulan tersebut, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada warga. Namun, ia menekankan bahwa setiap pembangunan infrastruktur besar harus melalui perhitungan yang matang agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah baru di area hilir.
Bupati menyatakan bahwa pengamatan lapangan ini akan segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
“Usulan pembangunan kanal banjir ini tentu akan kami serahkan sepenuhnya kepada tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk dikaji lebih dalam,” ujar Ardiansyah.

Kajian teknis tersebut nantinya akan meliputi survei topografi, analisis debit air, hingga desain kanal yang mampu memitigasi masuknya buaya ke kawasan padat penduduk. Ardiansyah berharap Dinas PUPR dapat segera menurunkan tim agar perencanaan anggaran bisa masuk dalam skema prioritas pembangunan daerah.
Senada dengan Bupati, Anggota DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan memberikan dukungan penuh terhadap rencana tersebut.

“Kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan dukungan dari level provinsi sangat diperlukan, terutama jika pembangunan kanal tersebut memerlukan intervensi anggaran yang besar,” urainya.
Peninjauan ini diakhiri dengan diskusi kecil di lapangan. Warga berharap, dengan hadirnya kanal banjir tersebut, Jalan Soekarno Hatta RT 06 tidak lagi terisolasi saat musim hujan dan mereka bisa beraktivitas tanpa rasa was-was terhadap ancaman serangan buaya yang selama ini menjadi momok di Kecamatan Karangan.(kopi13/kopi3)

































