Teks foto: Camat Sangatta Utara Hasidah bersama pemenang lomba Kampung Beragam IV, 2025 dan berhak menerima koloni madu kelulut bantuan dari PT KPC.
SANGATTA UTARA – Pagi di RT 15 Desa Persiapan Singa Karta, Kecamatan Sangatta Utara, Jumat (6/2/2026), berjalan lebih hangat dari biasanya. Di sela rumah-rumah warga, rasa syukur dirayakan tanpa gegap gempita, namun sarat makna. Warga berkumpul dalam balutan kebersamaan untuk menandai capaian kampung mereka yang dinobatkan sebagai juara umum Lomba Kampung Beragam IV Tahun 2025.
Syukuran itu sekaligus menjadi momentum penyerahan bantuan koloni madu kelulut kepada para pemenang lomba. Sebanyak 80 koloni dibagikan untuk berbagai kategori, mulai dari siskamling terbaik, vlog terbaik, kategori pemula, hingga kategori mahir terbaik. RT 15 Singa Karta, sebagai juara umum, menerima 13 koloni madu kelulut. Sebuah penanda kepercayaan sekaligus titipan harapan agar semangat berdaya terus tumbuh dari akar kampung.

Bagi warga, koloni kelulut bukan hanya bantuan material. Ia menjadi simbol kerja bersama yang berbuah nyata. Kampung yang dahulu dipandang biasa, kini menjelma ruang belajar kolektif tentang kebersihan, kreativitas, dan kemandirian berbasis lingkungan.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah, menilai keberhasilan RT 15 tidak berdiri di atas prestasi semata. Ada etos kebersamaan yang menjadi fondasi utama perubahan.
“Keberhasilan RT 15 bukan hanya soal menang lomba, tetapi tentang kebersamaan, kepedulian, dan kemauan warga untuk terus maju. Madu kelulut ini kami harapkan menjadi awal kemandirian ekonomi masyarakat yang tumbuh dari kekuatan kampung sendiri,” ujarnya.


Dari sisi dunia usaha, dukungan mengalir melalui PT Kaltim Prima Coal (KPC). Perwakilan Manajemen PT KPC, Fely Lung, menegaskan bahwa keberlanjutan kampung hanya dapat terwujud melalui pertautan kepentingan antara masyarakat dan pemangku kebijakan.
“Kami percaya kemajuan daerah lahir dari kolaborasi. Bantuan koloni madu kelulut ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga menumbuhkan semangat menjaga lingkungan dan memperkuat kebersamaan warga,” ungkapnya.
Selain koloni madu kelulut, PT KPC juga menyalurkan bantuan senilai Rp100 juta untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat serta pengembangan Kampung Beragam di wilayah Sangatta Utara. Bantuan tersebut diarahkan untuk memastikan keberlanjutan inisiatif warga agar tidak berhenti sebagai seremoni tahunan.

Ketua RT 15 Singa Karta, Ismail Akkas, menyebut capaian tersebut lahir dari kesabaran dan kesediaan warga untuk berjalan bersama, merawat kampung dengan cara yang sederhana namun konsisten.
“Kemenangan ini bukan milik satu orang, tetapi hasil gotong royong seluruh warga. Kami berkomitmen menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan kreatif agar kampung ini semakin berdaya serta memberi manfaat bagi semua,” tuturnya.

Ia menambahkan, perubahan mulai terasa dalam denyut keseharian warga. Kepedulian terhadap kebersihan meningkat, aktivitas kolektif semakin hidup, dan ruang-ruang kreatif tumbuh sebagai sarana mempererat ikatan sosial.
Syukuran di RT 15 Singa Karta akhirnya menjelma lebih dari perayaan kemenangan. Ia menjadi penegasan bahwa kampung yang rukun dapat melahirkan daya hidup baru. Dari lorong-lorong sederhana itulah, madu kelulut menjadi perlambang manisnya ikhtiar bersama. Hasil kerja sunyi yang kini mulai terasa faedahnya, serta menjadi bekal menuju kemandirian yang dirawat pelan-pelan oleh warga kampung sendiri. (kopi4/kopi3)

































