Beranda Kutai Timur Program Pendidikan Kutim Fase Penguatan, 50 Program Unggulan Dilanjutkan

Program Pendidikan Kutim Fase Penguatan, 50 Program Unggulan Dilanjutkan

27
0

Kepala Disdikbud Kutim Mulyono. Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan bahwa program kerja tahun 2026 akan melanjutkan dan memperkuat berbagai program strategis yang telah berjalan pada tahun 2025. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi 50 program unggulan bupati terpilih, khususnya yang berada di sektor pendidikan dan kebudayaan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, ditemui Pro Kutim pada Rabu (4/2/2026) lalu di Kantor Disdikbud Kutim.

Menurut Mulyono, arah kebijakan Disdikbud tahun 2026 tidak bersifat membangun program baru secara besar-besaran, melainkan lebih pada penguatan, kesinambungan, dan optimalisasi program yang telah berjalan agar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kutim.

“Program tahun 2026 pada prinsipnya melanjutkan program tahun 2025. Yang menjadi penekanan adalah optimalisasi 50 program unggulan bupati terpilih, khususnya yang menjadi domain Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Mulyono.

Mulyono menjelaskan bahwa program unggulan tersebut telah terintegrasi dalam berbagai sektor pelayanan pendidikan, mulai dari peningkatan akses, kualitas pembelajaran, hingga penguatan tata kelola kelembagaan sekolah.
Beberapa program strategis yang tetap menjadi prioritas antara lain seperti pencapaian standar pelayanan minimal (SPM) bidang pendidikan, peningkatan rapor pendidikan daerah, penguatan pembelajaran berbasis digital, program seragam sekolah, program beasiswa, penguatan gugus sekolah dan pengembangan sistem pembelajaran modern berbasis teknologi.

“Semua program yang sudah berjalan baik akan tetap kita lanjutkan dan kembangkan. Tidak kita hentikan, justru kita perkuat dari sisi kualitas, jangkauan, dan efektivitas pelaksanaannya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa transformasi pendidikan digital menjadi salah satu fokus besar di tahun 2026, seiring tuntutan perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.

“Proses pembelajaran digital akan segera diwujudkan secara lebih nyata. Bukan hanya sebatas wacana, tetapi betul-betul kita siapkan infrastrukturnya, sistemnya, dan SDM-nya,” tambah Mulyono.

Selain program unggulan, Disdikbud Kutim juga tetap memprioritaskan tugas-tugas rutin pendidikan yang menjadi kewajiban pemerintah daerah, seperti pemenuhan standar biaya minimal pendidikan, pemenuhan standar sarana dan prasarana sekolah, peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan, pemerataan akses layanan Pendidikan serta peningkatan kualitas manajemen sekolah.

Mulyono menekankan bahwa tugas rutin tersebut justru menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas pendidikan jangka panjang.

“Standar minimal pendidikan tetap menjadi prioritas. Peningkatan rapor pendidikan juga menjadi indikator utama keberhasilan program. Jadi bukan hanya banyaknya program, tetapi kualitas hasilnya yang menjadi ukuran,” tegasnya.

Terkait kendala pelaksanaan program, Mulyono menyampaikan bahwa secara umum tidak ada hambatan signifikan dalam pelaksanaan program Disdikbud Kutim selama ini.

“Secara umum kendala besar bisa dikatakan sudah tidak ada. Sistem sudah berjalan baik, program berjalan lancar, dan tidak ada keluhan berarti dari pelaksana di lapangan,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengakui bahwa faktor pembiayaan tetap menjadi tantangan potensial dalam pengembangan program ke depan.

“Kalau bicara peningkatan kualitas dan perluasan jangkauan program, tentu faktor anggaran tetap menjadi penentu. Kalau sumber pembiayaan lebih besar, maka program bisa diperluas, kualitasnya ditingkatkan, dan dampaknya bisa lebih besar lagi,” jelasnya.

Meski begitu, Mulyono menilai bahwa sistem pendidikan yang ada saat ini sudah berada pada jalur yang baik dan stabil.

“Sistemnya sudah jalan, regulasi jelas, arah kebijakan jelas. Tinggal bagaimana kita mengoptimalkan potensi yang ada,” tambahnya.

Melalui program 2026, Disdikbud Kutim menegaskan komitmennya untuk menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Pendekatan yang digunakan bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, sistem pembelajaran, dan tata kelola pendidikan.

Mulyono menegaskan bahwa pendidikan di Kutim tidak hanya diarahkan pada pencapaian angka statistik, tetapi pada pembentukan generasi yang unggul secara karakter, kompetensi, dan daya saing.

“Tujuan akhirnya adalah menciptakan generasi Kutim yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Program-program ini bukan sekadar administratif, tapi investasi jangka panjang bagi daerah,” tutupnya.(kopi15/kopi13/kopi15)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini