Beranda Kutai Timur Program Asri Diperkuat, Bupati Kutim Benahi Pengelolaan Sampah

Program Asri Diperkuat, Bupati Kutim Benahi Pengelolaan Sampah

95
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat diwawancarai awak media. Foto: Nasruddin/Pro Kutim

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutim dalam mendukung program lingkungan hidup dan penanganan sampah. Hal tersebut ia sampaikan setelah mengikuti kegiatan Khotmil Quran dan Imtihan yang diselenggarakan SMPIT Daarussalaam di Ruang Akasia Gedung Serbaguna (GSG) Bukit Pelangi, Sabtu (14/2/2026)

Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah menyampaikan bahwa arahan Presiden beberapa minggu lalu di Jakarta menekankan dua tema besar, yakni Program Asri dan pengelolaan sampah. Menurutnya, Kutim pada dasarnya telah lebih dahulu menjalankan gerakan kebersihan melalui program rutin di tingkat daerah.

“Di Jakarta beberapa minggu lalu, arahan Presiden itu ada dua tema besar, yakni program asri dan sampah. Program asri itu sebenarnya sudah kita ikuti. Kutim punya program Jumat Bersih dan Sabtu Bersih. Hanya memang belum dilakukan secara massal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara gerakan sosial dan partisipasi masyarakat, upaya menuju daerah bersih dan asri sudah berjalan. Namun demikian, pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) diakui masih perlu dimaksimalkan.

“Penilaian kita tentang sampah itu sebenarnya hanya TPA saja yang belum maksimal. Tapi kalau gerakan bersih atau asri, itu sudah mulai. Misalnya di Sangatta Utara ada program Kampung Beragam. Kemudian pihak ketiga seperti Hotel Viktoria setiap Sabtu memberi ruang bagi para pelaku pembersih jalanan (penyapu) untuk berkumpul di sana. Artinya, pemerintah dan pihak ketiga terus bergerak bersama,” jelasnya.

Ardiansyah menambahkan, langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi nyata arahan Presiden di daerah. Ia bahkan telah meminta jajaran terkait untuk menyusun dokumen resmi sebagai laporan kepada Kementerian Dalam Negeri.

“Program asri yang disampaikan Presiden sebenarnya sudah kita lakukan. Kemarin saya minta dibuatkan dokumen supaya ini menjadi laporan kita kepada Kemendagri,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Ardiansyah berharap gerakan peduli lingkungan dan pengelolaan sampah di Kutim dapat semakin masif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, sekolah, hingga komunitas agar Sangatta dan wilayah Kutim lainnya benar-benar menjadi daerah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Saya berharap ini bukan hanya gerakan sesaat, tapi menjadi budaya kita bersama. Kalau semua terlibat, saya yakin Kutim bisa menjadi daerah yang asri dan bebas dari persoalan sampah,” tutupnya (kopi14/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini