Beranda Kutai Timur Arahan Presiden Disambut Kutim, Sawit Diposisikan sebagai Pilar Strategis Daerah

Arahan Presiden Disambut Kutim, Sawit Diposisikan sebagai Pilar Strategis Daerah

139
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat diwawancarai awak media. Foto: Nasruddin/Pro Kutim

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, menanggapi arahan Presiden Republik Indonesia terkait penguatan sektor kelapa sawit sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional. Hal tersebut ia sampaikan saat ditemui usai kegiatan di Ruang Akasia Gedung Serbaguna (GSG) Bukit Pelangi, Sabtu (14/2/2026).

Menurut Ardiansyah, dalam pertemuan beberapa minggu lalu di Jakarta, Presiden menekankan pentingnya melihat kelapa sawit sebagai komoditas strategis yang memiliki nilai tambah besar bagi Indonesia, baik dari sisi ekonomi maupun kemandirian nasional.

“Presiden menyampaikan bahwa Indonesia ini kalau dibangun dengan sawit sebenarnya sudah cukup. Karena sawit itu kebutuhan kita banyak terpenuhi di situ,” ujarnya.

Ia menjelaskan, produk turunan sawit tidak hanya terbatas pada minyak goreng, tetapi juga mencakup berbagai kebutuhan penting lainnya.

“Kebutuhan pangan ada minyak goreng, kebutuhan obat-obatan dan kosmetik ada, bahkan kebutuhan BBM ada biodiesel. Ratusan produk turunan lainnya juga berasal dari sawit,” jelasnya.

Ardiansyah juga menyoroti fakta bahwa permintaan global terhadap sawit Indonesia masih tinggi.

“Terbukti Eropa pun meminta sawit Indonesia. Artinya, ini komoditas yang memang dibutuhkan dunia,” tegasnya.

Ia mengaku arahan Presiden tersebut sangat relevan dengan kondisi Kutim yang memiliki potensi perkebunan kelapa sawit cukup besar dan terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

“Ketika beliau menyampaikan itu, saya merasa ini pas sekali dengan Kutim. Kita membangun sawit itu luar biasa dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, sektor sawit di Kutim tidak hanya menjadi sumber pendapatan daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat di pedesaan.

“Banyak masyarakat kita yang menggantungkan hidup dari sawit, baik sebagai petani plasma, pekerja kebun, maupun pelaku usaha turunan lainnya. Ini harus kita jaga dan kelola dengan baik,” ungkapnya.

Ardiansyah berharap pengembangan kelapa sawit ke depan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan lingkungan hidup. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong tata kelola sawit yang produktif, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Kutim.(kopi14/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini