Beranda Kutai Timur Ditutup Ardiansyah, Dara Manisku Juara Umum Fishing Tournament Bupati Cup Kutim 2025

Ditutup Ardiansyah, Dara Manisku Juara Umum Fishing Tournament Bupati Cup Kutim 2025

60 views
0

Momen penutupan sekaligus penyerahan hadiah oleh Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman kepada para juara Fishing Tournament Bupati Cup Kutim 2025

SANGATTA – Riuh ombak dan sorak penonton berpadu di bibir pantai Dusun Kenyamukan, Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), ketika Dara Manisku Fishing Team dari Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) Asosiasi Permancingan Indonesia (APRI) Samarinda dinobatkan sebagai juara umum Fishing Tournament Bupati Cup Kutim 2025. Dengan total poin 63,40, tim asal ibu kota provinsi itu tampil gemilang, menyingkirkan puluhan pesaing dari berbagai daerah.

Turnamen bergengsi yang berlangsung selama dua hari, 18-19 Oktober 2025, ini diikuti 64 tim dari berbagai kabupaten/kota. Satu tim asal Semarang harus mengundurkan diri lantaran musibah duka yang menimpa keluarga salah seorang anggotanya. Meski demikian, kompetisi tetap berjalan semarak, diwarnai semangat sportivitas dan persaudaraan antar pemancing.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, menutup secara resmi kegiatan di Kenyamukan, Minggu (19/10/2025). Turut hadir Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Fajar Yuswanto, Kadispora Kutim Basuki Isnawan, Ketua Dewan Pengurus Provinsi Kaltim Hamdani Hasan, Ketua DPK APRI Kutim Husaifa, serta ratusan peserta dan masyarakat yang memadati kawasan pesisir.

Dalam klasemen akhir, posisi kedua ditempati tim Camar Laut dari DPK APRI Kutim dengan total poin 31,80, disusul Garong Fishing Team, juga dari Kutim, dengan 27,50 poin. Sementara pada kategori spesifik per jenis ikan, hasilnya tak kalah menarik. Di kelas Travelly, tim Arrazak Fishing Club menempati posisi puncak (5,20 poin), diikuti Happy Fishing (4,40 poin) dan HobbyQ Fishing Kaltim (3,40 poin). Untuk kategori Tuna selain YFT, juara diraih TBS 01 (8,30 poin), disusul Mancing Sampai Tua (8,30 poin), serta Jakut Pidja Fishing (6,40 poin).

Pada kategori Kakap, Bengkel Elang Fishing Club tampil unggul dengan 5,90 poin, mengalahkan Mancing Liar Sangatta (5,50 poin) dan Jakut Pidja Fishing (5,40 poin). Di kategori Kurisi/Ruby, Sport Fishing Bontang menjadi yang terbaik (8,10 poin), disusul Jakut Pidja Fishing (5,10 poin) dan Saunah Fishing Club (4,50 poin).

Kategori Tenggiri/Barracuda dimenangi AR Razak Fishing Club dengan 16,40 poin, sementara di posisi kedua dan ketiga masing-masing diraih HobbyQ Fishing Kaltim (9,20 poin) dan Mancing Sampai Tua (7,30 poin). Untuk kategori Kerapu, tim Pesona Sangkulirang, yang mewakili Kapolres Kutim meraih posisi pertama (22,50 poin), disusul Gabut Team (9,50 poin) dan Bhayangkara 03 (7,30 poin). Gelar Kapten Terbaik disematkan kepada Roni.

Ketua Dewan Juri sekaligus Ketua DPP APRI Kaltim Hamdani Hasan, menegaskan keputusan lomba telah melalui verifikasi sesuai teknikal handbook sebagai acuan resmi.

“Ada beberapa tim yang kami diskualifikasi karena tidak sesuai dengan ketentuan. Semua keputusan sudah melalui hasil bersama dewan juri dan bersifat final,” ujarnya.

Dewan juri yang terdiri dari Hamdani Hasan, Dani CS, Parjono, Agus Salim, Deden Suryana, Supriyanto, dan Roni, memutuskan hasil berdasarkan rekap penimbangan ikan dan dokumentasi yang diserahkan peserta. Keputusan tersebut dinyatakan sah setelah ditandatangani oleh Ketua Juri dan Ketua Panitia Bahtiar.

Hamdani menutup dengan ungkapan syukur atas suksesnya turnamen yang untuk pertama kalinya menggunakan teknikal handbook sebagai pedoman resmi. “Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan transparan,” tutupnya.

Dalam sambutannya, Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada peserta yang telah berpartisipasi dengan antusias. Ia menyebut turnamen ini menjadi momentum memperkenalkan kekayaan bahari Kutim.

“Ini bagian dari upaya kita untuk mencintai laut dan menjaga biota di dalamnya. Kutai Timur memiliki perairan yang indah dan potensial. Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa mempromosikan pesona laut kita kepada publik,” ujarnya.

Ardiansyah juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian laut, terutama di kawasan Pulau Miang, di mana ikan hiu tutul dilindungi.

“Sekarang hiu (paus) tutul di sana sudah besar-besar dan menjadi daya tarik wisata selam. Mereka bersahabat, bahkan bisa berenang bersama penyelam tanpa gangguan. Ini kekayaan alam yang patut kita jaga,” ucapnya.

Bupati menilai sistem penjurian yang transparan dan profesional turut menjaga semangat fair play. Dia menyebut, jika penjurian tidak standar, itu bisa mencederai rasa kebersamaan. Karena itu, dia berterima kasih kepada panitia dan APRI yang menjaga integritas lomba.

Turnamen ini memperebutkan hadiah total puluhan juta rupiah, dengan perincian Juara 1 Rp30 juta, Juara 2 Rp20 juta, Juara 3 Rp10 juta, Juara Spesies Terbesar Rp6 juta, Juara Spesies Terbanyak Rp3 juta, dan Kapten Terbaik Rp1 juta. (*/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini