Beranda Kutai Timur Sebatik Flying Site, Sayap Baru Sport Tourism Kutai Timur

Sebatik Flying Site, Sayap Baru Sport Tourism Kutai Timur

276 views
0

Festival Paralayang Kutim 2025 sekaligus peluncuran resmi Sebatik Flying Site. Foto: Vian Prokutim

TELUK PANDAN – Langit biru di atas Desa Suka Damai, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim), Jumat (7/11/2025) siang itu, tampak cerah membiru. Parasut paralayang bergantian melayang indah di udara, menandai dibukanya Festival Paralayang Kutim 2025 sekaligus peluncuran resmi Sebatik Flying Site. Lokasi baru yang diharapkan menjadi ikon wisata olahraga (sport tourism) tak hanya di Kutim, tapi di Kalimantan Timur (Kaltim).

Festival ini dibuka langsung oleh Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman, didampingi sejumlah pejabat daerah dan komunitas olahraga dirgantara.

Dalam sambutannya, Ardiansyah menekankan pentingnya menjadikan kegiatan olahraga udara sebagai jembatan menuju pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kutim.

“Sebatik Flying Site bukan hanya arena olahraga, tapi juga pintu masuk promosi pariwisata Kutim. Kita ingin Teluk Pandan dikenal bukan hanya indah, tapi juga menjadi destinasi sport tourism unggulan di Kalimantan Timur,” ujar Ardiansyah di hadapan para peserta dan masyarakat yang memadati area peluncuran.

Bupati Ardiansyah menutup kegiatan dengan harapan agar Sebatik Flying Site menjadi cikal bakal ekosistem wisata berbasis masyarakat.

“Kami ingin masyarakat ikut menikmati manfaat ekonomi dari kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Festival yang mempertemukan para atlet dari berbagai daerah ini mempertandingkan dua kategori, yakni Accuracy Landing dan Fun Fly. Tiupan angin stabil dari arah laut dan bentang alam perbukitan membuat lokasi ini dinilai ideal untuk penerbangan paralayang. Sekaligus menambah daftar destinasi unggulan Kutim yang berpadu antara wisata alam dan olahraga.

Salah satu peserta, Arjuna dari komunitas Paralayang Samarinda, menuturkan kekagumannya terhadap karakter angin dan panorama Teluk Pandan.

“Kondisi angin stabil dan pemandangannya luar biasa. Ini bisa jadi lokasi favorit untuk event nasional,” ujarnya antusias.

Ketua Panitia Penyelenggara Heriansyah Masdar, menjelaskan bahwa Sebatik Flying Site dibangun di atas potensi alam Desa Suka Damai yang unik. Dengan kontur tanah dan arah angin yang mendukung pelatihan maupun kompetisi.

“Kami berharap dari sini lahir atlet paralayang profesional dari Kutim, bahkan dari desa ini sendiri,” katanya penuh harap.

Sementara itu, Ketua Komite Paralayangan Indonesia (KPI) Asgaf, menilai kehadiran Sebatik Flying Site merupakan langkah maju Kutim dalam menyiapkan infrastruktur olahraga udara berkelas.

“Kutim punya modal alam luar biasa dan dukungan pemerintah yang kuat. Jika pembinaan terus berjalan, tidak mustahil Kutim akan melahirkan atlet-atlet nasional dari Suka Damai,” tuturnya optimistis.

Kemeriahan festival pun disambut antusias warga setempat. Sejak pagi, masyarakat memadati area peluncuran, menyaksikan para atlet menari di udara sambil membawa warna-warna kebanggaan daerah.

“Kami bangga Teluk Pandan dipilih jadi tempat festival. Semoga bisa rutin tiap tahun,” ucap Rita (35), warga Desa Suka Damai.

Festival Paralayang Kutim 2025 tak hanya melambungkan parasut di angkasa, tetapi juga harapan baru bagi Kutim untuk terbang lebih tinggi. Menjadikan langit Teluk Pandan sebagai ruang temu antara olahraga, wisata, dan semangat daerah yang terus menanjak. (kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini