Beranda Kutai Timur Hutan Menjaga Manusia, Desa Suka Damai Raup Rp 300 Juta dari Karbon

Hutan Menjaga Manusia, Desa Suka Damai Raup Rp 300 Juta dari Karbon

54 views
0

TELUK PANDAN – Di tengah hamparan hijau Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim), masyarakat Desa Suka Damai menorehkan kisah keberhasilan yang berakar dari dedikasi mereka menjaga alam. Setelah bertahun-tahun mengawal kelestarian hutan dengan tangan sendiri, desa ini kini menuai hasil nyata, insentif sebesar Rp 300 juta dari program pengelolaan karbon berbasis masyarakat.

Dana tersebut merupakan bagian dari skema carbon benefit sharing. Mekanisme pembayaran jasa lingkungan yang digagas untuk mendorong penurunan emisi karbon dan memperkuat pembangunan hijau berkelanjutan. Bagi warga Suka Damai, penghargaan ini bukan semata angka, melainkan pengakuan atas perjuangan kolektif melindungi paru-paru desa dari ancaman perambahan dan pembakaran liar.

Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman, menyambut capaian tersebut dengan penuh apresiasi. Ia menyebut Suka Damai sebagai cermin nyata ekonomi hijau yang berangkat dari kesadaran masyarakat desa.

“Warga Suka Damai telah membuktikan bahwa menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab moral, tapi juga sumber kesejahteraan. Kutim punya potensi besar di sektor karbon, dan desa seperti ini adalah bukti bahwa ekonomi hijau bisa berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ardiansyah.

Menurutnya, keberhasilan ini akan menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah dalam memperluas penerapan program serupa di desa lain.

“Ke depan, kami akan memperluas dukungan untuk desa-desa yang punya komitmen menjaga hutan. Ini bukan hanya tentang lingkungan, tapi tentang masa depan ekonomi Kutim,” tambahnya.

Dari sisi masyarakat, Kepala Desa Suka Damai Nurdin, menuturkan rasa syukur dan bangganya. Ia mengungkapkan bahwa warga bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) telah lama melakukan patroli rutin, reboisasi, dan pengawasan terhadap aktivitas ilegal di kawasan hutan.

“Kami tidak pernah menyangka akan mendapat hasil sebesar ini. Selama ini kami hanya berupaya agar hutan tetap lestari. Tapi ternyata, alam juga membalas kebaikan itu dengan rezeki,” ujarnya.

Ia menegaskan, dana Rp 300 juta tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat kelembagaan desa, mendukung kegiatan konservasi. Serta membiayai pelatihan ekonomi produktif berbasis hasil hutan non kayu dan wisata alam edukatif bagi masyarakat.

“Kalau hutan terjaga, desa sejahtera, itulah semangat kami,” tutup Nurdin.

Sementara itu, Camat Teluk Pandan Anwar, menilai capaian Suka Damai sebagai potret sejati pembangunan berkelanjutan.

“Desa Suka Damai ini contoh sempurna. Mereka menjaga hutan dengan kesadaran kolektif, bukan karena proyek, tapi karena rasa memiliki. Ini bukti nyata bahwa pelestarian lingkungan bisa menjadi sumber PAD dan kesejahteraan,” tegasnya.

Kini, Suka Damai menjelma menjadi desa yang bisa dicontoh pengelolaan karbonnya di Kutim. Di tengah heningnya rimba dan gemericik air dari sumber mata alamnya, desa ini menyampaikan pesan sederhana namun kuat, bahwa alam yang dijaga akan menjaga manusia.(kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini