Beranda Kutai Timur Seminar Sinergi Ayah Ibu, Langkah TP-PKK Kutim Perangi Perceraian dan Kekerasan Anak

Seminar Sinergi Ayah Ibu, Langkah TP-PKK Kutim Perangi Perceraian dan Kekerasan Anak

44 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Ketua TP PKK Siti Robiah menghadiri Seminar Sinergi Ayah Ibu. Foto: Habibah/Pro Kutim

SANGATTA – Memperingati Hari Ibu dan Hari Ayah, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegitan seminar Keluarga selama dua hari, 24–25 November 2025 di Ruang Akasia GSG Bukit Pelangi. Mengusung tema krusial “Sinergi Ayah-Ibu Mewujudkan Pengasuhan Berkualitas untuk Kutim Hebat”, kegiatan ini bertujuan memperkuat ketahanan keluarga di tengah meningkatnya isu sosial.

Acara yang dipenuhi suasana haru dan kehangatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah, para Kepala Perangkat Daerah (PD), dan jajaran Dharma Wanita se-Kutim. PKK menghadirkan narasumber spesialis pengasuhan, yaitu Cahyadi Taksriawan dan Ida Nur Laila dari Wonderful Family Institute Yogyakarta.

Ketua TP PKK Kutim, Siti Robiah, menyoroti meningkatnya kasus kekerasan, perceraian, dan masalah pengasuhan (fatherless) di Kutim. Ia menekankan bahwa persoalan-persoalan ini dapat diminimalisir jika peran ayah dan ibu berjalan harmonis dan seimbang.

“Isu fatherless atau pengasuhan yang hanya diserahkan kepada ibu juga harus kita kelola. Padahal peran ayah sangat penting, sangat dibutuhkan oleh anak-anak kita melalui sapaan, pelukan, dan kehadirannya,” tegas Siti Robiah.

Siti Robiah secara khusus berharap para Kepala PD dapat hadir karena relevansi tema pengasuhan yang juga menyasar peran ayah.

“Seorang ayah bukan hanya peduli kepada anak, tetapi juga kepada ibu dari anak-anaknya,” imbuhnya.

Suasana haru menyelimuti ruangan ketika Bupati Ardiansyah Sulaiman mengawali sambutannya dengan menyanyikan lagu “Ayah” dan “Hanya Rindu”, yang disambut hangat oleh tamu undangan.

Dalam pidatonya, Bupati Ardiansyah mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap tingginya angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan terhadap anak, perundungan, perselingkuhan, dan pelecehan seksual yang terjadi hampir di semua kecamatan di Kutim.

“Perselingkuhan, perceraian, bullying, kekerasan terhadap anak, hingga kekerasan seksual itu ada di sekitar kita. Hampir di semua kecamatan,” tegasnya.

Menurutnya, masalah-masalah ini sebagian besar berakar dari persoalan ekonomi dan kurangnya komunikasi yang berkualitas dalam keluarga. Bupati mengajak peserta untuk berani melaporkan jika menemukan kejadian serupa.

Bupati Ardiansyah menekankan bahwa pengasuhan yang berkualitas membutuhkan kehadiran kedua orang tua, dan mengajak agar kegiatan seperti seminar ini dihadiri oleh pasangan suami-istri.

Melalui seminar yang diinisiasi oleh PKK dan didukung penuh Pemkab ini, Kutim berkomitmen memperkuat ketahanan keluarga melalui sinergi peran ayah dan ibu. Hal ini dinilai sebagai fondasi utama untuk melahirkan generasi Kutim yang hebat, berkarakter, dan terlindungi di masa depan.(kopi10/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini