Jalannya penutupan Festival Ekraf Kutim 2025 dimeriahkan SKS. Foto: Dewi/Pro Kutim
SANGATTA – Festival Pekan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kutai Timur (Kutim) 2025 gelaran Dinas Pariwisata (Dispar) mencapai klimaksnya dalam sebuah pertunjukan yang spektakuler, Sabtu (29/11/2025) malam. Panggung di Lapangan Alun-alun Bukit Pelangi disemarakkan oleh penampilan energik dari Trio 3 SKS yang terdiri dari Sandrego, DJ Kalis, dan Siska. Aksi kolaborasi ketiganya membuat ratusan pengunjung larut dalam euforia pesta penutupan yang nyaris tak terlukiskan oleh kata-kata.
Malam yang semula hening berubah menjadi lautan energi. Gemuruh sorak penonton seolah mengalir seperti gelombang tak bertepi, memecah keheningan malam menjadi pesta kebahagiaan.
Sejak Sandrego mengawali aksi panggung dengan suara khasnya yang melengking kuat, suasana langsung berubah. Ribuan lampu hias di sekitar alun-alun seakan ikut menari mengikuti ritme musik, dan para pengunjung tanpa ragu berdiri, membentuk lingkaran-lingkaran kecil yang antusias berjoget bersama.

Penampilan kemudian dilanjutkan oleh aksi DJ Kalis yang memadukan musik elektronik dan beat modern, menghentak seakan menggoyangkan bumi Bukit Pelangi.
Dengan tangan yang bergerak lincah di balik turntable, Kalis menyulap malam menjadi arena festival internasional. Dentuman bass bagaikan ledakan kecil yang membangkitkan semangat seluruh penjuru alun-alun, demikian digambarkan suasana malam itu.
Penonton ikut melompat-lompat, membentuk gelombang manusia yang bergerak serempak, seolah satu denyut nadi mengalir di antara mereka.
Tak berhenti di situ, Siska menyempurnakan suasana dengan vokalnya yang lembut namun bertenaga. Lagu-lagu populer yang ia bawakan membuat ratusan pengunjung spontan bernyanyi bersama, menciptakan paduan suara massal yang menggema hingga ke bukit-bukit di sekitar Sangatta.

Aksi kolaborasi ketiga musisi ini menjadi puncak yang tak terlupakan. Mereka tampil dalam satu panggung, memadukan musik, suara, dan energi dalam satu pertunjukan klimaks. Sorotan lampu panggung berganti warna, menari mengikuti ritme seakan menaburkan bintang-bintang ke udara, membuat penonton bersorak dan mengabadikan momen tersebut.
Kepala Dispar Kutim yang hadir mewakili Bupati Ardiansyah Sulaiman, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memenuhi alun-alun sejak sore hari.
“Ini bukan sekadar festival, tetapi bukti bahwa kreativitas masyarakat Kutim terus tumbuh dan bersinar, demikian disampaikan Kepala Dispar dalam sambutannya, menegaskan tujuan utama penyelenggaraan event ekraf ini.

Malam itu, Sangatta seakan menjadi pusat semesta kecil, tempat tawa, musik, dan kebahagiaan berpadu menjadi satu. Penampilan 3 SKS bukan hanya penutup acara, melainkan puncak emosi yang membekas dalam ingatan ratusan pengunjung yang pulang dengan hati penuh cerita.(kopi15/kopi13)




































