Beranda Kutai Timur Komitmen Cegah Stunting, DPPKB dan BAZNAZ Kutim Terima Penghargaan di IKN

Komitmen Cegah Stunting, DPPKB dan BAZNAZ Kutim Terima Penghargaan di IKN

65 views
0

DPPKB Kutim menerima penghargaan GENTING. Foto: Wahyu/DPPKB Kutim

PPU — Komitmen kuat Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kutim dalam upaya percepatan penurunan stunting kembali mendapatkan pengakuan. Keduanya menerima penghargaan Apresiasi Orang Tua Asuh dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian kegiatan Apresiasi dan Monitoring Evaluasi yang berlangsung di Auditorium Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Lantai 2, Jumat (5/12/2025) kemarin.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim M Syirajudin serta Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim dr Nurizky Permanajati, dengan disaksikan oleh Kepala Badan OIKN Mochamad Basuki Hadimuljono.

Sebagai penerima penghargaan, Wakil Ketua III BAZNAS Kutim Imam Wahyudi hadir mewakili lembaganya, sementara DPPKB Kutim diwakili oleh Kepala DPPKB Achmad Junaidi.

Usai menerima penghargaan, Achmad Junaidi menyampaikan bahwa apresiasi tersebut menjadi bukti nyata kepedulian ASN terhadap isu stunting yang masih menjadi tantangan serius. Menurutnya, penghargaan ini sekaligus menjadi penyemangat bagi jajaran DPPKB Kutim untuk terus berkontribusi langsung melalui peran sebagai orang tua asuh anak berisiko stunting.

Ia menjelaskan, sejak 2024 hingga 2025, pihaknya telah menggerakkan seluruh pejabat di lingkungan DPPKB hingga jenjang Jabatan Fungsional Teknis (JFT) untuk mengampu minimal satu anak berisiko stunting di setiap kecamatan dan desa di Kutim melalui program “Cap Jempol Stop Stunting” yang hingga kini masih terus berjalan.

Ke depan, Achmad Junaidi menegaskan bahwa kolaborasi akan diperluas dengan melibatkan seluruh perangkat daerah di Kutim, termasuk Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai bagian dari gerakan orang tua asuh. Bahkan, kata dia, telah terbit surat edaran dari Bupati Kutim yang mengajak seluruh elemen untuk peduli terhadap pencegahan stunting.

“Lewat sosialisasi yang berkelanjutan, kami juga akan mendorong semua stakeholder, termasuk perusahaan, agar lebih aktif mendukung penanganan sanitasi, akses air bersih, serta pelayanan keluarga berencana,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kutim Imam Wahyudi mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang kembali diterima BAZNAS Kutim. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi yang solid dengan perangkat daerah, khususnya DPPKB Kutim dalam pelaksanaan program GENTING.

Berdasarkan data by name by address yang diperoleh dari DPPKB, Baznas Kutim secara rutin menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) setiap bulan kepada anak-anak yang masuk kategori berisiko stunting. Ia juga menyebut bahwa sebelumnya Baznas Kutim telah menerima sejumlah penghargaan, termasuk dari Bupati Kutim dan BAZNAS Award tingkat nasional. Penghargaan dari BKKBN Kaltim kali ini menjadi yang kedua.

“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus konsisten mendukung program nasional penurunan stunting,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kaltim dr Nurizky Permanajati menegaskan bahwa penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para mitra yang dinilai aktif berkontribusi dalam Program GENTING. Ia berharap penghargaan ini dapat semakin mendorong upaya pencegahan stunting di lapangan.

Dalam penguatan sinergi, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Kaltim dan Badan OIKN juga melakukan penandatanganan Berita Acara Pemanfaatan Data Kependudukan dan Keluarga Risiko Stunting (KRS) sebagai langkah kolaborratif dalam percepatan penanganan stunting di wilayah Kalimantan Timur. (kopi8/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini