Beranda Kutai Timur Marching Band Waditra Prima Tuai Apresiasi, Bukti Kreativitas Remaja Kutim

Marching Band Waditra Prima Tuai Apresiasi, Bukti Kreativitas Remaja Kutim

859
0

Marcing Band Waditra Prima Sangatta tampil di Young Voice Concert. Foto: Rusliansyah/Awal Pro Kutim

SANGATTA – Konser perdana Marching Band Waditra Prima Sangatta (WPS) di Young Voice Concert sukses digelar dan menuai apresiasi luas dari berbagai pihak di GOR Kudungga pada Senin (15/12/2025) malam. Pertunjukan yang untuk pertama kalinya dihadirkan dengan konsep konser ini menjadi bukti bahwa remaja Kutai Timur (Kutim) mampu menampilkan karya seni dengan standar pertunjukan kelas nasional.

Kepala Pelatih Marching Band WPS, Hendri Sulistyo, mengaku tak menyangka konser tersebut dapat berjalan sukses sesuai harapan. Ia menyebut proses persiapan penuh dengan dinamika dan perubahan hingga detik-detik terakhir sebelum pertunjukan dimulai.

“Jujur ga nyangka. Sampai di detik terakhir kemarin masih banyak mikirin gimana caranya supaya konser ini sukses. Alhamdulillah, rombak sana, rombak sini, akhirnya bisa kejadian sesuai harapan,” ujarnya.

Hendri menjelaskan, gagasan awal penyelenggaraan konser ini berasal dari pimpinan yayasan, yakni Ifan Fanani. Dorongan serta tantangan yang diberikan pimpinan dinilai menjadi pemicu munculnya kreativitas tim pelatih dan para pemain.

“Pecut-pecut dari pimpinan itu cukup memancing kami untuk membuat kreativitas yang lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, persiapan konser secara khusus dilakukan selama sekitar dua bulan. Namun secara keseluruhan, proses latihan dan pematangan konsep telah berlangsung selama empat hingga lima bulan, karena sebelumnya tim sudah memiliki agenda yang kemudian diarahkan untuk konser tersebut.

Usai konser, Hendri menyebut rasa yang paling dominan adalah syukur. Menurutnya, keberhasilan ini bukan untuk dibanggakan secara berlebihan, melainkan menjadi pemicu semangat untuk terus berkembang dan berinovasi dalam berkarya seni.

Sementara itu, Ketua Yayasan YPPSB, Ifan Fanani, menilai konser tersebut sebagai pembuktian kemampuan remaja Kutai Timur dalam menghadirkan pertunjukan seni yang selama ini identik dengan kota-kota besar.

“Konser malam ini adalah pembuktian dari anak-anak kita, remaja kita di Kutai Timur, bahwa mereka bisa menghadirkan sebuah pertunjukan yang kelasnya adalah konser. Ini sesuatu yang belum pernah ada di Kutim,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa suasana konser mendapat penilaian positif dari para tamu undangan. Bahkan, Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi memberikan testimoni yang menyebut atmosfer pertunjukan tersebut menyerupai konser di Balai Sarbini, Jakarta, yang dinilainya sebagai pencapaian membanggakan bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Saya jujur merasa tidak di Sangatta. Serasa sedang menonton konser di Balai Sarbini. Ini luar biasa,” ujar Mahyunadi.

Ke depan, Ifan berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin. Lebih dari itu, ia ingin konser ini menjadi standar baru dan pemantik kepercayaan diri bagi generasi muda di Kutai Timur. Menurutnya, keterbatasan wilayah bukanlah penghalang untuk menghadirkan karya-karya besar.

Keberhasilan konser perdana Marching Band Waditra Prima Sangatta ini sekaligus menegaskan potensi besar seni dan kreativitas remaja di Kutim. Dengan dukungan yayasan, tim pelatih, serta semangat para pemain, konser ini tidak hanya menjadi sebuah pertunjukan, tetapi juga tonggak baru dalam perkembangan seni pertunjukan daerah. Diharapkan, capaian ini menjadi awal dari lahirnya lebih banyak karya dan panggung prestasi yang mampu mengharumkan nama Kutim di tingkat yang lebih luas.(kopi17/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini