Beranda Kutai Timur Belajar dari Balikpapan, Kutai Timur Mantapkan Puskesmas Ramah Anak

Belajar dari Balikpapan, Kutai Timur Mantapkan Puskesmas Ramah Anak

141 views
0

Foto: Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutai Timur

BALIKPAPAN – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus meneguhkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ramah anak. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), rombongan kepala puskesmas dan tenaga medis, dari sembilan puskesmas di Kutim melakukan studi tiru ke Puskesmas Mekar Sari, Kecamatan Balikpapan Tengah, pada Jumat (19/9/2025).

Puskesmas Mekar Sari dipilih sebagai tujuan kunjungan karena telah meraih predikat Utama dalam pelayanan ramah anak. Dari tempat ini, para tenaga medis Kutim mempelajari praktik terbaik mulai dari manajemen layanan, fasilitas pendukung, hingga sistem pendampingan bagi anak korban kekerasan maupun anak berkebutuhan khusus.

Kriteria pelayanan ramah anak menuntut adanya kebijakan internal yang jelas, tenaga medis terlatih, ruang laktasi, area bermain, layanan konseling. Serta sistem penanganan kasus kekerasan. Puskesmas juga wajib menciptakan lingkungan aman, nyaman, bebas asap rokok, sekaligus memberi ruang partisipasi anak.

Kepala Puskesmas Mekar Sari drg Lili Anggraeni, menyatakan penghargaan yang diperoleh bukan sekadar predikat, melainkan wujud nyata pemenuhan hak anak.

“Predikat Utama ini bukti layanan kami memenuhi standar tinggi. Dampak positifnya sangat terasa, masyarakat kini lebih percaya dan merasa aman membawa anak mereka ke Puskesmas,” ujarnya.

Ia menambahkan dukungan pemerintah pusat memperkuat program dan sarana prasarana yang tersedia.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA) DPPPA Kutim Rita Winarni, menegaskan bahwa pengalaman tersebut menjadi pijakan untuk memperbaiki pelayanan di daerah.

“Kami melihat langsung bagaimana standar pelayanan ramah anak diterapkan dengan konsisten. Ini motivasi bagi kami untuk mengimplementasikannya di Kutim. Pada akhirnya, yang diuntungkan adalah anak-anak,” katanya.

Langkah studi tiru ini diharapkan mendorong Kutim mencetak puskesmas yang benar-benar ramah bagi generasi penerus. Selain meningkatkan derajat kesehatan anak, upaya tersebut diyakini menjadi investasi sosial jangka panjang bagi masyarakat. (kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini