Beranda Entertainment Keberagaman Budaya Warnai Kemeriahan Kirab Budaya Kutim 2025

Keberagaman Budaya Warnai Kemeriahan Kirab Budaya Kutim 2025

183 views
0

Penampilan peserta Kirab Bidaya Kutim 2025. Kegiatan ini disaksikan langsung Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.Foto: Habibah/Pro Kutim

SANGATTA – Suasana Minggu (19/10/2025) pagi di Jalan Jenderal Sudirman, Sangatta Utara, terasa semarak dan penuh warna. Ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang jalan menyaksikan Kirab Budaya Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Tahun 2025, salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kutim.

Mengusung tema besar “Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing”, kegiatan tahunan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, didampingi Ketua DPRD Kutim Jimmi, Asisten Administrasi Umum Sudirman Latif, para Kepala PD, serta Forkopimda Kutim. Dengan sorak semangat “Bersama kita tangguh, bersatu kita hebat!”, para peserta kirab menampilkan kreativitas budaya terbaik mereka di hadapan masyarakat.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim yang menampilkan berbagai busana adat khas Kutai. Di antaranya Baju Takwo, Baju Pengantin Kutai Setempik, Baju Sakai, Baju Pengantin Kebesaran Kesultanan Kutai (Baju Kustin), hingga Baju Anta Kusuma (Pengantin Kutai Kuning). Selain itu, Bapenda juga menampilkan pakaian kreasi bertema kehidupan masyarakat Kutai yang sarat makna dan filosofi.

Busana-busana tersebut menggambarkan keindahan alam dan kekayaan simbolik daerah, seperti Burung Enggang yang melambangkan kegagahan dan kekuatan magis, Burung Ruai sebagai simbol keindahan dan kelincahan perempuan Kutai dan Dayak, serta Kembang Janggut yang dahulu digunakan sebagai buket pengantin adat Kutai. Tak ketinggalan, elemen khas daerah seperti Gula Habang dan tiga danau indah di Kalimantan Timur — Semayang, Melintang, dan Jempang — juga ditampilkan dalam konsep busana dan properti Bapenda.

Melalui penampilan ini, Bapenda Kutim ingin menunjukkan bahwa pelestarian adat dan budaya dapat disampaikan dengan cara yang kreatif dan edukatif.

“Kami turut serta berkarya dan mendukung visi Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing melalui kreativitas seni budaya,” ungkap salah satu perwakilan Bapenda.

Tak kalah menarik, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutim tampil dengan tema “Kutim Siap Memberikan Prestasi Gemilang di Porprov VIII Tahun 2026 – Barometer Olahraga di Kalimantan Timur dan Pemuda Mandiri Ketahanan Pangan.”

Dispora menurunkan para atlet dari berbagai cabang olahraga berprestasi seperti Silat, Taekwondo, Pickleball, dan Tarung Derajat, serta atlet muda dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) yang menampilkan permainan tradisional seperti Gasing, Belogo, dan Enggrang. Bahkan, penampilan para atlet cilik dari cabang Push Bike dan sepak bola usia dini turut memukau penonton.

Barisan pemuda dari KNPI dan berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP) juga ikut serta dalam kirab, membawa pesan semangat kebersamaan dan ketahanan pangan mandiri bagi masa depan Kutim.

“Kami, para pemuda Kutim, siap berkarya dan berprestasi untuk membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” seru mereka penuh semangat.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, mengapresiasi seluruh peserta kirab yang telah menampilkan kreativitas dan kekayaan budaya lokal dengan penuh kebanggaan.

“Kirab Budaya ini mencerminkan betapa indahnya keberagaman di Kutim. Ini bukan ajang bersaing, melainkan panggung untuk memperlihatkan kekuatan budaya yang menyatukan kita semua,” ujarnya.

Kemeriahan Kirab Budaya Kutim 2025 menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong, persatuan, dan cinta budaya masih kuat berakar di masyarakat. Keberagaman yang hadir di jalan-jalan Sangatta Utara hari itu menjadi simbol Kutim hebat tangguh dalam budaya, mandiri dalam karya, dan berdaya saing menuju masa depan yang gemilang.(kopi10/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini