Beranda Kutai Timur Komitmen Jamin Kesehatan Warga Berbuah UHC Award 2026 Bagi Kutim

Komitmen Jamin Kesehatan Warga Berbuah UHC Award 2026 Bagi Kutim

305
0

Teks: Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman didampingi Kadiskes dr Yuwana Sri Kurniawati dan jajaran serta Kadinsos Ernata Hadi Sujito usai menerima penghargaan nasional. (Roni Pro Kutim)

JAKARTA – Di tengah dinamika pembiayaan kesehatan nasional yang kian kompleks, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menorehkan capaian penting. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Utama dalam ajang nasional yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Selasa (27/1/2026). Penghargaan ini menandai keberhasilan Kutim memastikan akses layanan kesehatan yang nyaris menyeluruh bagi warganya.

Capaian tersebut bukan hadir dalam sekejap. Ia merupakan hasil dari ikhtiar panjang pemerintah daerah dalam membangun sistem jaminan kesehatan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada warga. UHC Award diberikan kepada daerah yang mampu menjamin kepesertaan jaminan kesehatan nasional di atas ambang batas yang ditetapkan Pemerintah Pusat, dengan mutu layanan yang tetap terjaga.

Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, pengakuan nasional ini menjadi penanda bahwa upaya pemerintah daerah untuk tidak meninggalkan satu pun warga dalam akses layanan kesehatan telah berjalan di jalur yang tepat.

“Hampir 100 persen kita sudah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ini menunjukkan bahwa masyarakat mendapatkan layanan wajib dari pemerintah, dan di sisi lain pemerintah juga wajib memberikan layanan kepada masyarakat,” tegas Ardiansyah.

Ia menilai, kesehatan bukan sekadar urusan administratif atau angka kepesertaan, melainkan hak dasar yang harus dijamin negara hingga ke lapisan warga paling rentan. Karena itu, Pemkab Kutim terus menempatkan jaminan kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan manusia.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati, memaparkan bahwa pencapaian UHC di Kutim merupakan buah dari kerja berkesinambungan yang telah dirintis sejak 2017. Upaya itu kemudian mendapatkan penguatan signifikan sejak 2022, seiring dengan dukungan penuh kepala daerah.

“Alhamdulillah, Kutai Timur selama ini sudah melaksanakan pemberian jaminan kesehatan untuk masyarakat sejak tahun 2017. Kemudian sejak tahun 2022, Kabupaten Kutai Timur mendapat support (dukungan) yang luar biasa, khususnya dari Bapak Bupati selaku kepala daerah. Sehingga kita membayarkan kepesertaan untuk masyarakat yang tidak mampu. Kepesertaan kita juga sudah UHC, bahkan melebihi 95 persen,” jelas Yuwana.

Menurutnya, konsistensi kebijakan menjadi kunci utama. Pemerintah daerah secara aktif memastikan kelompok masyarakat yang rentan dan kurang mampu tetap terlindungi melalui kepesertaan BPJS Kesehatan yang dibiayai pemerintah.

“Ini merupakan dukungan luar biasa dari pimpinan kita, Bapak Bupati Kutai Timur, yang sangat konsisten memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat. Sehingga kalau ada pasien-pasien yang tidak mampu, mereka tidak perlu khawatir karena sudah dijamin BPJS-nya,” tutup dokter yang pernah menjabat Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Kudungga tersebut.

Dengan raihan UHC Award 2026 ini, Kutim menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang serius menempatkan kesehatan sebagai hak warga, bukan privilese. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati bermula dari tubuh masyarakat yang terlindungi dan martabat manusia yang dijaga. (kopi8/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini