Beranda Kutai Timur Beasiswa Stimulan Kutim 2025 Jangkau 15.355 Siswa

Beasiswa Stimulan Kutim 2025 Jangkau 15.355 Siswa

147
0

Siswa SD 016 Sangatta Utara saat peresmian gedung sekolah baru. Foto: Alvian/Pro Kutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus membuktikan komitmennya dalam memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan daerah. Pada tahun anggaran 2025, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), pemerintah resmi mengalokasikan Beasiswa Stimulan yang akan menjangkau 15.355 siswa di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Program besar ini bukan sekadar bantuan rutin, melainkan merupakan perwujudan nyata dari salah satu 50 program unggulan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang berfokus pada pemerataan kualitas dan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Program ini dirancang dengan pembagian yang sangat spesifik. Bagi jenjang SD, perhatian terbesar tertuju pada siswa dari keluarga kurang mampu dengan kuota mencapai 11.600 penerima, serta 700 kuota bagi para penghafal Al-Qur’an. Masing-masing siswa SD ini akan mendapatkan stimulan sebesar Rp 1.000.000.

Sementara di tingkat SMP, dana stimulan sebesar Rp 1.500.000 disiapkan bagi 2.700 siswa kurang mampu, 300 siswa penghafal Al-Qur’an, dan 55 siswa yang telah menorehkan prestasi gemilang. Pembagian kategori ini mencerminkan keinginan pemerintah agar tidak ada satu pun anak yang tertinggal hanya karena kendala biaya, sekaligus memacu semangat kompetitif di sekolah.

Dalam keterangan persnya pada Kamis (29/1/2026), Kepala Disdikbud Kutim Mulyono, menegaskan bahwa prioritas utama dari beasiswa ini adalah untuk meringankan beban ekonomi keluarga. Beliau menyampaikan bahwa pemerintah ingin memastikan kendala finansial tidak menjadi penghalang bagi anak-anak di Kutim untuk terus bersekolah.

“Beasiswa ini kami berikan terutama untuk membantu siswa-siswa kita yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kami ingin meringankan beban orang tua sehingga anak-anak bisa fokus belajar tanpa perlu khawatir akan biaya penunjang pendidikan,” ujar Mulyono.

Lebih lanjut, Mulyono berharap bantuan stimulan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh penerima manfaat. Menurutnya, bantuan ini adalah bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar siswa lebih gigih dalam mengejar cita-cita.

“Kami ingin beasiswa ini dipergunakan untuk memotivasi siswa agar semangat dalam meraih prestasi belajar, baik itu di bidang akademik, budaya, keagamaan, maupun olahraga dan lainnya. Ini adalah investasi kita untuk masa depan Kutim,” pungkasnya.

Melalui program ini, Pemkab Kutim berharap dapat menekan angka putus sekolah secara signifikan. Dana stimulan tersebut diharapkan dapat membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan dasar sekolah seperti seragam, buku, maupun alat penunjang belajar lainnya.

Dengan dukungan anggaran yang menyasar hingga pelosok desa, beasiswa ini menjadi bukti bahwa pembangunan di Kutim tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga membangun fondasi masa depan melalui pendidikan yang berkeadilan. Kini, bola berada di tangan para siswa untuk membuktikan bahwa bantuan ini akan berbuah prestasi yang membanggakan daerah di masa depan. (kopi5/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini