Beranda Kutai Timur Air Sungai Sangatta Beranjak Naik, Intake IPA Kabo Masih di Zona Aman

Air Sungai Sangatta Beranjak Naik, Intake IPA Kabo Masih di Zona Aman

181
0

SANGATTA – Permukaan air Sungai Sangatta mulai menunjukkan pergerakan naik pada Kamis, (5/2/2026). Kenaikan itu terekam dari hasil pemantauan rutin Perusahaan Air Minum Daerah Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Perumdam TTB Kutim) di titik intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo. Meski grafik air bergerak menanjak sejak dini hari, operasional pengolahan air bersih masih berada dalam batas aman.

Direktur Perumdam TTB Kutim, Suparjan, menyampaikan laporan resmi kondisi muka air sungai kepada Bupati Kutim pada pagi hari. Dalam laporannya, Suparjan menyebutkan secara rinci hasil pemantauan elevasi air Sungai Sangatta berdasarkan referensi level (RL) terhadap rata-rata permukaan air laut.

“Assalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh, selamat pagi, Bapak Bupati, mohon izin menyampaikan info level air sungai Sangatta pada lokasi pantau intake IPA kabo pada hari Kamis Tanggal 5 Februari 2026,” lapor Suparjan yang diteruskan kepada Pro Kutim.

Ia kemudian memaparkan data kenaikan muka air secara kronologis. Yakni, satud pukul 00.02 WITA di RL 6,65. Dua, pukul 01,59 WITA di RL 6,80. Tiga, pukul 06:30 WITA di RL 7,10. Empat, pukul 07:05 WITA di RL 7,15. Pada akhir penyampaian data tersebut, Suparjan menegaskan, “Trend Air Mulai Naik.” Keterangan teknis turut disampaikan untuk memperjelas arti angka-angka tersebut.

“Acuan dari rata rata permukaan air laut, contoh pada jam 00.02, air di RL 6,65 berarti air pada posisi 6 meter 65 centimeter di atas rata rata permukaan air laut,” tulisnya.

Dalam laporan yang sama, Suparjan juga menjelaskan batasan status operasional intake IPA Kabo yang menjadi rujukan teknis Perumdam. Level hijau intake IPA kabo dibawah RL 7.69 (aman operasi). Level kuning intake IPA kabo di RL 7.70 – 8.20 (tetap beroperasi dengan bantuan perahu). Level merah intake IPA kabo di atas RL 8.21 (lantai panel intake terendam dan berbahaya). Dengan posisi muka air terakhir di RL 7,15, kondisi intake IPA Kabo masih berada di level hijau.

“Artinya, proses produksi dan distribusi air bersih bagi masyarakat Kutai Timur dapat berjalan tanpa hambatan teknis. Namun, tren kenaikan ini menjadi sinyal kewaspadaan, mengingat fluktuasi debit sungai kerap dipengaruhi intensitas hujan di wilayah hulu,” sebutnya seraya mengingatkan.

Laporan tersebut menegaskan pentingnya pemantauan berkelanjutan sebagai langkah antisipatif. Bagi Perumdam TTB Kutim, pembacaan dini terhadap dinamika Sungai Sangatta bukan semata urusan teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab menjaga kesinambungan layanan publik di tengah perubahan alam yang tak selalu dapat diprediksi.(Kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini