Kepala Disdikbud Kutim Mulyono. Foto: Dewi/Pro Kutim
SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menetapkan kebijakan baru dalam program bantuan seragam sekolah tahun 2026. Jika pada tahun-tahun sebelumnya bantuan seragam diberikan kepada seluruh siswa, maka pada tahun ini program tersebut difokuskan khusus untuk siswa baru yang akan masuk pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, saat ditemui Pro Kutim usai rapat koordinasi internal via zoom di lingkungan Disdikbud Kutim, pada Rabu (4/2/2026) lalu.
Menurut Mulyono, perubahan kebijakan ini merupakan hasil evaluasi program tahun sebelumnya serta penyesuaian terhadap kondisi kebutuhan riil di lapangan, termasuk aspek efisiensi anggaran dan efektivitas manfaat program.
“Tahun ini fokusnya adalah siswa baru. Jadi seragam tidak lagi mencakup seluruh siswa seperti tahun sebelumnya, tetapi khusus bagi peserta didik yang baru masuk pada tahun ajaran baru. Ini sudah dibahas secara matang dan disepakati bersama,” ujar Mulyono.
Tidak hanya empat jenis seragam sekolah, bantuan yang diberikan juga mencakup sepatu sekolah, sehingga siswa baru akan menerima paket perlengkapan sekolah yang lebih lengkap dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Siswa baru akan menerima seragam lengkap, termasuk sepatu. Ini kita lakukan agar anak-anak yang baru masuk sekolah benar-benar siap secara perlengkapan dasar, sehingga tidak ada hambatan ekonomi yang mengganggu semangat belajar mereka,” jelasnya.
Mulyono menegaskan bahwa kebijakan ini bukan keputusan sepihak, melainkan telah melalui proses pembahasan bersama jajaran internal Disdikbud serta koordinasi dengan pihak terkait.

“Proses penerimaan seragam ini sudah kita bahas, mekanismenya juga sudah disepakati. Mulai dari pendataan, pengadaan, hingga distribusinya. Semua kita siapkan agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan,” katanya.
Ia menjelaskan, penyesuaian fokus penerima bantuan ini dilakukan untuk memastikan program tetap berjalan optimal, tepat guna, dan memberi dampak langsung bagi kelompok yang paling membutuhkan, yakni siswa yang baru memulai jenjang pendidikan formal.
“Perubahan ini disesuaikan dengan kebutuhan siswa baru. Kita ingin memastikan bahwa anak-anak yang baru masuk sekolah tidak terbebani dari sisi perlengkapan dasar, sehingga orang tua juga merasa terbantu,” tambahnya.
Disdikbud Kutim menargetkan seluruh paket seragam dan sepatu tersebut sudah dapat diterima siswa baru pada awal tahun ajaran baru, baik tingkat TK, SD dan SMP. Dengan demikian, siswa dapat langsung menggunakannya sejak hari pertama masuk sekolah.
“Harapannya, saat tahun ajaran baru dimulai, seragam sudah diterima. Jadi tidak ada lagi cerita anak-anak masuk sekolah tanpa seragam layak. Ini bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan yang inklusif dan merata,” tegas Mulyono.
Ia juga menekankan bahwa kebijakan ini tetap berada dalam semangat pemerataan akses pendidikan, meskipun skema penerima bantuan mengalami penyesuaian.
“Esensinya tetap sama, yaitu memastikan akses pendidikan yang adil. Hanya saja, tahun ini kita fokuskan pada siswa baru agar program ini lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap program bantuan seragam sekolah tetap menjadi instrumen strategis dalam mendukung dunia pendidikan, sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang anaknya baru memasuki jenjang pendidikan formal.(kopi15/kopi13/kopi3)



































