Screenshot surat pemberitahuan Lomba Video Editorial
SANGATTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tahun 2025 tidak hanya menjadi ajang perayaan seremonial, tetapi juga momentum reflektif untuk menumbuhkan kesadaran kritis warga terhadap arah pembangunan daerah. Panitia Pelaksana HUT ke-26 Kutim menggagas sebuah terobosan. Lomba Video Editorial bertema “Kutai Timur Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing”.
Ketua Panitia HUT ke-26 Kutim Trisno, yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Pemerintahan serta Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan kreatif, tetapi wadah bagi masyarakat untuk menyuarakan gagasan dan solusi atas berbagai isu pembangunan di Kutim.
“Peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Kutai Timur tahun 2025 menjadi momentum strategis untuk merefleksikan capaian pembangunan dan memperkuat semangat persatuan dan persaudaraan,” ujar Trisno dalam surat edaran resmi tertanggal 6 Oktober 2025.
Ia menambahkan, lomba ini dirancang untuk mendorong pemikiran kritis, konstruktif, dan solutif terhadap kondisi aktual Kutim serta arah kebijakan menuju visi Kutai Timur Hebat. Menurutnya, generasi muda diharapkan berani menganalisis isu-isu pembangunan daerah secara mendalam dan menyampaikan pandangan yang inspiratif.
Dalam lomba ini, panitia mengajak masyarakat untuk menafsirkan tiga makna besar dalam tema utama, “Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing”. Istilah “Tangguh” merepresentasikan keteguhan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan anggaran dan dinamika sosial-politik. Sementara “Mandiri” menjadi simbol perubahan paradigma pembangunan dari ketergantungan pusat menuju optimalisasi potensi lokal. Adapun “Berdaya Saing” mencerminkan kemampuan Kutai Timur untuk terus tumbuh, berinovasi, dan unggul di tingkat regional maupun nasional.
Trisno menjelaskan, lomba ini terbuka bagi dua kategori, yakni umum dan pelajar/mahasiswa. Karya yang dikirim berupa video editorial berdurasi maksimal lima menit, berformat Full HD, menggunakan Bahasa Indonesia baku, serta berisi opini atau pandangan berdasarkan data dan argumen kuat. Karya yang dikirim harus orisinal, tidak buatan AI, dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba atau dipublikasikan sebelumnya.
Penilaian akan berfokus pada empat aspek. Kesesuaian tema, kedalaman pesan, ketepatan bahasa, serta popularitas karya di media sosial resmi panitia. Selain penghargaan, pemenang kategori umum akan mendapat hadiah utama sebesar Rp5 juta dan karyanya ditetapkan sebagai tajuk berita resmi peringatan HUT ke-26 Kutim tahun 2025. Melalui kegiatan ini, panitia berharap semangat literasi digital dan partisipasi publik dalam pembangunan daerah semakin tumbuh.
“Kami ingin masyarakat ikut menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Kutai Timur dengan cara yang kreatif dan solutif,” tutur Trisno.
Dengan lomba ini, HUT Kutim tak hanya dirayakan dengan pesta dan hiburan, tetapi juga dengan gagasan dan refleksi. Sebuah cara baru merayakan hari jadi daerah. Dengan berpikir, berkarya, dan berkontribusi untuk masa depan Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. (kopi3)




































