Beranda Kutai Timur Tangguh, Mandiri dan Berdaya Saing – Kutai Timur Menapaki Usia ke-26, Semangat...

Tangguh, Mandiri dan Berdaya Saing – Kutai Timur Menapaki Usia ke-26, Semangat Pembangunan Merata

94 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memimpin jalannya Peringatan HUT ke-26 Kutim. Foto: Irfan/Pro Kutim

SANGATTA – Langit Sangatta pagi itu tampak cerah ketika ribuan peserta upacara memenuhi Lapangan Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), Minggu (12/10/2025). Di tengah barisan kehormatan, Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman berdiri tegak sebagai inspektur upacara. Dengan suara lantang dan penuh keyakinan, ia menyampaikan pesan reflektif pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutim. Sebuah momentum yang disebutnya bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat perjalanan panjang pembangunan dan peneguhan tekad menuju Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing.

Upacara berlangsung khidmat dan penuh makna. Di barisan tamu undangan, hadir Wakil Bupati Mahyunadi, jajaran Forkopimda, Sultan Kutai Ing Martadipura H Aji Muhammad Arifin, dan mantan Bupati Kutim Mahyudin. Bertugas sebagai Komandan Upacara adalah Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setkab Kutim Iwan Adiputra, sementara Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Trisno, membacakan sejarah singkat berdirinya Kutim.

Suasana menjadi semakin khidmat ketika para peserta, ASN, TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan perwakilan perusahaan swasta, menyimak dengan seksama pesan pembangunan dari sang Bupati. Dalam sambutannya, Ardiansyah mengurai makna tema besar peringatan kali ini.

“Tiga kata kunci ini bukan sekadar slogan,” ujarnya. “Tangguh berarti daya tahan menghadapi tantangan dan keterbatasan, Mandiri mencerminkan tekad mengurangi ketergantungan pada pusat melalui penguatan ekonomi daerah, dan Berdaya Saing menjadi ukuran kemajuan kita dalam menempatkan Kutai Timur di panggung nasional,” tambahnya.

Memasuki usia ke-26 tahun, Kutim menegaskan arah pembangunan yang berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu prioritas utama adalah penyediaan air bersih dan pemerataan listrik hingga ke pelosok desa. Ardiansyah menyebutkan, tingkat elektrifikasi daerah kini telah mencapai 82 persen, hasil dari kerja sama erat dengan PLN dan berbagai pemangku kepentingan.

“Pemerataan air bersih dan listrik bukan hanya infrastruktur teknis, tetapi simbol keadilan pembangunan. Warga di pedalaman pun berhak menikmati terang di malam hari dan air layak konsumsi di rumah mereka,” tegasnya.

Program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terus diperluas dengan pembangunan jaringan perpipaan, sumur bor, serta peningkatan kapasitas pengolahan air bersih. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi dan kesehatan masyarakat di seluruh kecamatan, dari pesisir Kaliorang hingga pedalaman Busang. Melibatkan pula Perumdam TTB Kutim.

Momentum HUT ke-26 juga menjadi ruang refleksi atas berbagai capaian Kutim. Tahun 2025, Pemkab Kutim kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI), sebuah pengakuan atas pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.

Dalam bidang keterbukaan informasi publik, Kutim mencatat prestasi membanggakan melalui Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim berhasil meraih Juara 1 dengan nilai sempurna 100 poin, sedangkan Pemkab Kutim menempati Juara 2 untuk kategori Badan Publik Informatif se-Kalimantan Timur (Kaltim).

Prestasi lain datang dari PERPAMSI (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia) yang menganugerahkan penghargaan kepada Bupati atas kebijakan progresif dalam memperluas akses air bersih melalui Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB). Kutim juga menerima BAZNAS Award 2025 sebagai Kepala Daerah Pendukung Digitalisasi Zakat Nasional, serta tiga penghargaan Paritrana Award 2025 tingkat Provinsi Kaltim atas komitmen memperluas perlindungan jaminan sosial pekerja sektor informal hingga 100 persen.

Tak berhenti di situ, Kutim juga menorehkan Panji Keberhasilan Pembangunan di bidang kehutanan serta kepemudaan dan olahraga, menandakan keseimbangan antara pelestarian alam dan pemberdayaan generasi muda. Di bidang kesehatan, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kutim berhasil memperoleh Akreditasi Utama dari Kementerian Kesehatan RI dan Lembaga Akreditasi Fasyankes Seluruh Indonesia (LASKES).

Dalam penutup pidatonya, Ardiansyah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan ini sebagai momentum memperkuat kebersamaan.

“Menatap ke depan, kita dihadapkan pada tantangan pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi lokal. Namun dengan semangat Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing, saya yakin Kutai Timur akan terus melangkah mantap menuju masa depan yang lebih hebat,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta.

Ia pun menutup sambutan dengan sebuah pantun yang menggema di seluruh lapangan,

“Dari Senyiur sampai ke Sangkulirang,
Alamnya syahdu, masyarakatnya bersahabat.
Mari dukung Kutai Timur terus berkembang,
Jadi daerah maju yang makin Hebat.”.

Dirgahayu ke-26 Kutim, sebuah peringatan yang tidak hanya merayakan usia, tetapi menegaskan arah perjalanan menuju “Kutim Hebat 2029”. Daerah yang tangguh dalam menghadapi tantangan, mandiri dalam pembangunan, dan berdaya saing di masa depan. (kopi5/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini