Beranda Kutai Timur DPPKB Kutim Siapkan Program AKSIS dan Sekolah Lansia 2026

DPPKB Kutim Siapkan Program AKSIS dan Sekolah Lansia 2026

72 views
0

Kepala DPPKB Kutim Achmad Junaidi. Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berinovasi dalam memperkuat program penurunan stunting dan pemberdayaan masyarakat. Pada tahun 2026 mendatang, instansi ini akan meluncurkan dua program unggulan baru, yakni AKSIS (Akademik, Kolaborasi, Penanganan Kemiskinan dan Stunting) serta Sekolah Lansia, yang seluruhnya digagas langsung oleh DPPKB Kutim.

Kepala DPPKB Kutim Achmad Junaidi menjelaskan, program AKSIS merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai Perangkat Daerah (PD) dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting. Peserta program ini akan mendapatkan pendampingan langsung dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) melalui pelatihan berbasis kelas.

“Satu angkatan terdiri dari 30 peserta yang berasal dari OPD-OPD terkait. Melalui AKSIS, kita akan duduk bersama membedah data dan program masing-masing agar lebih terintegrasi menuju satu tujuan, yaitu percepatan penurunan stunting,” terangnya.

Selain AKSIS, DPPKB Kutim juga tengah mempersiapkan Sekolah Lansia sebagai tindak lanjut dari program nasional Sidaya (Lansia Berdaya). Program ini akan dijalankan secara bertahap selama satu tahun dan ditutup dengan prosesi wisuda bagi peserta.

“Di dalam kegiatan Sekolah Lansia, ada pemeriksaan kesehatan, senam lansia, pelatihan keterampilan, serta edukasi orang dewasa agar para lansia tetap berdaya dan produktif,” jelasnya.

Program ini akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kutim, memanfaatkan satuan pendidikan nonformal seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Untuk tahap awal, program difokuskan di Kecamatan Sangatta Utara, sebelum dikembangkan ke wilayah lainnya.

Tidak hanya itu, Sekolah Siaga Kependudukan juga akan diperluas ke seluruh 18 kecamatan di Kutim. Mulai tahun 2026, DPPKB mendapat mandatori anggaran pendidikan, yang untuk pertama kalinya diterima sepanjang sejarah berdirinya instansi tersebut.

Seluruh program itu disebut menjadi bagian penting dalam mendukung program unggulan Bupati Kutim, terutama yang berkaitan dengan Jemput Bola Pendidikan Nonformal, Percepatan Penurunan Stunting, dan Penanganan Kemiskinan.

Lebih lanjut, DPPKB Kutim juga mengandalkan data BINA Bangga Kencana dari BKKBN dan data keluarga berisiko stunting dari Siga Elsimil yakni aplikasi Siga Mobile (sistem informasi keluarga berencana) yang mencakup fitur Elsimil (siap nikah dan hamil) sebagai dasar dalam merancang intervensi program. Data tersebut dinilai sangat komprehensif karena memuat berbagai indikator kebutuhan keluarga, mulai dari rumah layak huni, air bersih, hingga kebutuhan layanan KB.

“Dari data itu kita bisa tahu siapa yang membutuhkan rumah layak huni, toilet, air bersih, atau termasuk dalam kelompok rentan. Bahkan terlihat siapa yang masih menggunakan alat kontrasepsi tradisional, sehingga program KB kita bisa lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Ia menegaskan, mulai tahun depan seluruh pelatihan dan kegiatan para kader tidak lagi berpusat di hotel, tetapi akan langsung diterjunkan per kecamatan atau minimal per zona terdekat sehingga bisa melihat langsung keadaan di lapangan agar manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat. Serta bisa melibatkan langsung stakeholder terkait dan perusahaan -perusahaan untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

“Kami ingin semua layanan dan pelatihan tepat sasaran. Pendekatannya harus langsung ke masyarakat, agar hasilnya nyata,” pungkasnya.(kopi15/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini