Beranda Kutai Timur Pesantren MBS Putri Kutim Umumkan Para Juara Lomba Mading

Pesantren MBS Putri Kutim Umumkan Para Juara Lomba Mading

51 views
0

Kepala Disdikbud Kutim Mulyono, saat memberikan hadiah pemenang lomba. Foto: Nasruddin/Pro Kutim

SANGATTA – Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional yang digelar Pesantren MBS Putri Kutai Timur (Kutim) mencapai puncaknya dengan pengumuman pemenang Lomba Mading Peradaban Islam. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Ibunda Novita Rahayu di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim, Minggu (9/11/2025).

Kegiatan ini menjadi bentuk partisipasi Pesantren MBS Putri Kutim dalam memeriahkan Hari Santri yang sebelumnya telah diawali dengan pelaksanaan upacara peringatan.

Pada kategori tingkat SD, persaingan berlangsung sangat ketat dengan selisih poin tipis. SD YPPSB 3 keluar sebagai Juara Pertama dengan 284 poin melalui mading bertema negara Maroko. Juara kedua diraih SD 010 dengan 281 poin mengangkat tema Jordania, sedangkan Juara ketiga ditempati SD 002 Sangatta Utara dengan 280 poin yang membawakan tema Iran.

Sementara itu, di tingkat SMP, SMP YPP SD meraih Juara Pertama dengan 277 poin melalui mading bertema Daulat Ayubiah (Dinasti Ayyubiyah). Juara kedua diraih SMPN 5 Sangatta Utara dengan 275 poin, dan Juara ketiga diraih SMPN 1 Sangatta Selatan dengan 274 poin.

Direktur Pesantren MBS Putri, Ustazah Naila M Tazkiyyah, melaporkan bahwa Lomba Majalah Dinding (Mading) tahun ini diikuti 31 tim dari berbagai tingkatan pendidikan, yang tidak hanya menampilkan kreativitas tetapi juga memperkaya pengetahuan sejarah Islam.

“Untuk tingkat SD mengangkat tema mengenai negara-negara Islam (yang memiliki nuansa Islami). Sedangkan tingkat SMP fokus pada pembahasan Daulah-Daulah Islamiyah, mulai dari Khulafa’ur Rasyidin hingga masa akhir Khilafah Utsmaniyah oleh Sultan Abdul Hamid II,” jelasnya.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, turut memberikan apresiasi atas kreativitas para santri dan peserta lomba. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap peran santri dalam menjaga dan mempelajari khazanah peradaban Islam.

“Harapannya semangat ini terus dipelihara, dan kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan ilmu, khususnya yang berkaitan dengan sejarah peradaban Islam,” tutupnya.(kopi14/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini