Beranda Kutai Timur Buka Arung Jeram Dispora Cup 2025, Bupati Kutim Melihat Potensi Ekonomi dari...

Buka Arung Jeram Dispora Cup 2025, Bupati Kutim Melihat Potensi Ekonomi dari Sungai

69 views
0

Momen Bupati Ardiansyah Sulaiman membuka kegiatan Arung Jeram Dispora Cup Kutim 2025 di Sungai Poros Sangatta-Rantau Pulung. Foto: Juliana/Pro Kutim

RANTAU PULUNG – Euforia olahraga air kembali membanjiri Kutai Timur (Kutim) dengan digelarnya Arung Jeram Open Tournament Dispora Cup H2H (Head to Head) dan Slalom R4 Kutim 2025. Turnamen yang mengambil lokasi di Sungai Poros Sangatta – Rantau Pulung (Ranpul) Km 20 ini menjadi ajang pembuktian potensi sungai di Kutim sekaligus seleksi atlet untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kutim ini mendapat sambutan antusias dari Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah mengenang pengalamannya mencintai arung jeram sejak lama di berbagai lokasi di Indonesia.

“Sejak 2010, hampir setiap tahun saya selalu melakukan arung jeram di Malang, Bali, dan Jogja. Setelah 2015 sempat tidak ada kegiatan, saya kaget tahun 2018 Irwan Vektong (penggiat arung Jeram) menemui saya, menyampaikan akan ada arung jeram di Sungai Sangatta,” ungkap Bupati.

Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa jeram di Kutim tidak kalah menantang dengan daerah lain dan membantah anggapan kehadiran buaya di lokasi jeram. Ia menyatakan sangat senang dengan terselenggaranya turnamen yang dikemas dalam Dispora Cup Open Tournament ini. Meskipun masih dalam lokasi arung jeram Sangatta, turnamen ini digelar di titik yang berbeda dan lebih menantang.

Lebih lanjut, Bupati Ardiansyah menyoroti bahwa arung jeram memiliki potensi besar sebagai ekonomi kerakyatan. Ia optimis suatu saat kegiatan arung jeram sepanjang 10-12 kilometer akan ramai dan menantang, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Ini bukan hanya olahraga saja, ini bisa dijadikan usaha kerakyatan untuk komunitas dan pecinta olahraga air,” tegasnya.

Bupati juga menambahkan bahwa Kutim terus berkomitmen menggelar event olahraga, yang juga bersinggungan dengan pariwisata, mulai dari voli, futsal, hingga sepak bola usia dini.

Bupati Ardiansyah menutup sambutannya dengan mengucapkan selamat bertanding, menekankan bahwa sportivitas adalah barometer kerja tim, dan keyakinan bahwa semua atlet yang berprestasi akan ikut bertanding di Porprov Paser 2026.

Sementara itu, Race Director Aidil Putra, mewakili Ketua FAJI Kutim Pandi Widiarto, melaporkan bahwa turnamen ini diikuti oleh 90 peserta yang terbagi dalam 18 tim, yakni 12 tim putra dan 6 tim putri. Peserta tidak hanya berasal dari Kutim, tetapi juga dari Samarinda, Kutai Barat (Kubar), dan Balikpapan. Mereka berkompetisi di lintasan sepanjang 200 meter.

Tim pengamanan disiagakan secara kolaboratif dari Damkar, Lanal, Basarnas, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menjamin keselamatan. Aidil berpesan agar peserta menampilkan kemampuan terbaiknya dengan menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan.

Di sisi lain, Wakil Ketua V KONI Kutim, Supiansyah, menekankan bahwa ajang ini juga berfungsi sebagai seleksi untuk mengikuti babak kualifikasi Porprov Paser 2026. Ia mengulang pesan Ketua KONI Kutim Rudi Hartono agar semua atlet menjunjung sportivitas, menjaga semangat perjuangan, dan tetap siap mengikuti turnamen selanjutnya.(kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini