Beranda Kutai Timur Ardiansyah Gerakkan Forkopimda Antisipasi Bencana dan Kepadatan Wisata

Ardiansyah Gerakkan Forkopimda Antisipasi Bencana dan Kepadatan Wisata

81 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah dan jajaran mengikuti Rakor bersama Kemendagri. Foto: Bagus/Pro Kutim

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, menginstruksikan seluruh jajaran Forkopimda untuk bergerak cepat dan siaga penuh menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Instruksi ini dikeluarkan setelah bupati mengikuti Rapat Koordinasi Pusat yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara daring, Senin (1/12/2025) pagi di Ruang Rapat Diskominfo Staper Kutim.

Rakor pusat tersebut secara khusus menyoroti ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang diprediksi meningkat di penghujung tahun, serta perlunya penyiapan keamanan transportasi dan tempat wisata. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, bahkan mengingatkan potensi hujan lebat di wilayah Kaltim pada pertengahan Desember.

“Kita tidak boleh lengah sedikit pun, apalagi setelah mendengar proyeksi peningkatan bencana hidrometeorologi. Sesuai arahan pusat, Forkopimda harus fokus pada tiga pilar Utama yaitu siap siaga bencana, transportasi, dan pariwisata,” tegas Bupati Ardiansyah Sulaiman, menekankan pentingnya responsifitas daerah.

Sebagai tindak lanjut segera, bupati menjadwalkan rapat koordinasi internal lanjutan pada 8 Desember 2025 di Ruang Arau. Ia meminta setiap dinas terkait menyiapkan langkah konkret, bukan sekadar laporan di atas kertas.

Di sektor penanggulangan bencana, BPBD diinstruksikan untuk segera memimpin upaya mitigasi, termasuk melaksanakan pemetaan ulang wilayah rawan longsor dan banjir.

“Saya minta BPBD segera siapkan rencana evakuasi dan relokasi sementara bagi masyarakat yang tinggal di zona risiko tinggi. Pencegahan harus dikedepankan dan bisa dilakukan sedini mungkin,” ujar Bupati Ardiansyah.

Sementara itu, sektor informasi publik diperkuat. Diskominfo diperintahkan untuk menambah unit videotron di titik-titik strategis dan menayangkannya secara berkala informasi peringatan dini cuaca dari BMKG.

Aspek infrastruktur juga menjadi prioritas. Dinas PU diinstruksikan untuk segera bergerak mengecek dan memastikan kondisi kelayakan jalan utama serta drainase, guna mencegah potensi banjir lokal dan menjamin kelancaran arus transportasi Nataru.

Tidak hanya jalan, keselamatan pengguna jasa transportasi pun menjadi perhatian. Menindaklanjuti arahan Menteri Kesehatan, Bupati Ardiansyah meminta Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan pengelola terminal.

“Kepala Dinas Kesehatan harus memastikan pengecekan kesehatan pengemudi dilakukan secara rutin. Ini adalah upaya preventif vital untuk meminimalisir risiko kecelakaan,” pungkasnya.

Langkah cepat yang diambil Bupati Kutai Timur ini menunjukkan komitmen Pemkab dalam mengimplementasikan kebijakan pusat, memastikan Nataru 2025/2026 berjalan aman, nyaman, dan minim insiden, baik dari aspek keamanan maupun kebencanaan.(kopi5/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini