SANGATTA – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kutai Timur (Kutim) menggenapkan langkah konsolidasi internal melalui rangkaian Musyawarah Ranting (Musran) yang digelar intensif di penghujung 2025. Gerak organisasi yang terukur ini merentang dari Muara Bengkal hingga Sangkulirang, menandai kesungguhan IBI Kutim mencapai pembentukan kepengurusan ranting secara menyeluruh sebelum perayaan Natal tahun ini.
Rangkaian Musran dilaksanakan pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, agar tidak mengganggu pelayanan para bidan di fasilitas kesehatan. Kegiatan pertama dipusatkan di SMAN 1 Muara Bengkal pada 30 November 2025, menggabungkan Ranting Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Mesangat, Busang, dan Batu Ampar. Musyawarah ini resmi dibuka oleh Camat Muara Bengkal Norhadi.
Berlanjut pada 6 Desember 2025, Ranting Kaliorang mengadakan Musran di Puskesmas Kaliorang, dibuka oleh Camat Kaliorang Rusnomo. Sehari kemudian, 7 Desember 2025, giliran Ranting Sangkulirang dan Sandaran melaksanakan Musran di Sangkulirang, dipimpin oleh Sekretaris Camat setempat.
Ketua IBI Cabang Kutim Bidan Yuliana Kala’lembang, hadir dalam seluruh rangkaian kegiatan bersama lima hingga enam pengurus cabang. Ia menegaskan bahwa gelaran ini merupakan lanjutan dari Musyawarah Cabang pada 14 September 2025, yang menargetkan percepatan pembentukan struktur organisasi di seluruh kecamatan.

“Hingga kini telah terbentuk 20 ranting atau 90,9 persen dari total target, mencakup 16 kecamatan atau 88,9 persen,” ujar Yuliana.
Masih tersisa dua ranting yang akan dibentuk di Kecamatan Kaubun dan Karangan pada 20 dan 21 Desember 2025. Dia optimistis target seratus persen dapat dicapai sebelum Hari Natal.
Yuliana menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh ranting yang telah merespons program dengan baik. Mulai dari penganggaran, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan laporan.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya. Trimakasih banyak,” ungkapnya.
Ia juga menuturkan penghargaan kepada pemerintah daerah, mulai dari Bupati hingga perangkat RT, yang selama ini mendukung kiprah IBI dalam menjalankan peran sebagai abdi negara. Namun, Yuliana menegaskan bahwa dukungan tersebut masih perlu diperkuat, terutama terkait pendidikan, peningkatan kompetensi, dan pemenuhan sarana kerja. Mulai dari transportasi, tempat tinggal layak bagi bidan yang bertugas di desa, hingga fasilitas penunjang lainnya.
“Kami membutuhkan ilmu dan sarana pendukung agar dapat berperan maksimal dalam pembangunan manusia. Mendampingi remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu melahirkan, ibu menyusui, bayi dan balita, keluarga berencana, pencegahan kanker reproduksi, stunting, hingga lansia. Dengan itu, bidan juga dapat sejahtera dan mampu mewujudkan ketahanan keluarga yang kita dambakan,” katanya.
Yuliana turut menyampaikan terima kasih kepada tim pengurus cabang yang selama ini bekerja dengan kebersamaan penuh. Ia menekankan peran penting seluruh anggota dalam menyiapkan administrasi, menyediakan waktu ke lapangan, serta memberi bimbingan kepada ranting-ranting baru.

“Ucapan terima kasih terkhusus kepada Bidan Siti Hadijah, S.Tr.Keb, atas dedikasinya dalam persiapan Musran,” tuturnya.
Adapun sejumlah harapan strategis IBI Kutim menjelang akhir tahun dan memasuki 2026 meliputi:
Tercapainya 100 persen pembentukan kepengurusan ranting pada akhir 2025.
Pelaksanaan Rapat Konsolidasi (Rakon) IBI tingkat provinsi.
Penyusunan program kerja lima tahunan awal Januari 2026 berdasarkan hasil Rakon provinsi.
Finalisasi rencana kerja lima tahunan IBI Kutim periode 2025–2030.
Pelaksanaan program dan kegiatan tahunan baik tingkat kabupaten maupun ranting.
Monitoring dan evaluasi menyeluruh atas peran IBI bagi masyarakat, mitra kerja, dan pemerintah daerah.
Menutup rangkaian Musran, Yuliana menegaskan komitmen IBI Kutim pada momentum Hari Ibu 2025. IBI Kutim berkomitmen menjadi salah satu perempuan yang berdaya dan berkarya menuju Kutim Hebat dan Indonesia Emas 2045.
Dengan pijakan organisasi yang makin solid, IBI Kutim menatap tahun baru dengan optimisme. Membawa semangat pengabdian yang lebih teguh bagi kualitas hidup perempuan dan keluarga di seluruh pelosok Kutim. (kopi3)

































