General Manager External Affairs and Sustainable Development Division PT KPC, Wawan Setiawan saat diwawancarai awak media. Foto : Nasruddin/Pro Kutim
SANGATTA – PT Kaltim Prima Coal (KPC) meluncurkan tagline Bersama Atasi Stunting Secara Terpadu atau disingkat Bersatu sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Peluncuran tagline tersebut dilakukan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Kolaborasi Program Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim bersama PT KPC di Ruang Rapat Wisma Raya PT KPC, Selasa (23/12/2025).
General Manager External Affairs and Sustainable Development Division PT KPC, Wawan Setiawan, mengatakan tagline “Bersatu” mencerminkan semangat kebersamaan seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan dan kontraktor, dalam mendukung program pemerintah daerah.
“Sebagai bentuk rasa kebersamaan, PT KPC mengusung tagline Bersatu bersama atasi stunting secara terpadu. Tentunya KPC dan para kontraktor merasa penting dan perlu untuk ikut mendukung upaya ini,” kata Wawan.

Ia mengaku prihatin masih ditemukannya kasus stunting di Kutim dan menegaskan komitmen perusahaan untuk terlibat aktif dalam penanganan masalah tersebut melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Ketika kami mendengar masih ada warga kita yang terkena stunting, hati saya terpanggil untuk bergerak bersama menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.
Wawan optimistis penanganan stunting dapat dilakukan lebih cepat apabila seluruh pihak bergerak secara gotong royong.
Menurutnya, keterlibatan para kontraktor KPC akan memberikan dampak signifikan terhadap penurunan jumlah keluarga berisiko stunting.
“Jika 50 kontraktor yang hadir ini berkomitmen membantu ratusan keluarga berisiko stunting, saya yakin dalam satu tahun persoalan ini bisa kita selesaikan,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa stunting merupakan isu nasional yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Data by name by address yang tersedia melalui program Si Jempol milik Pemerintah Kabupaten Kutim dinilai menjadi dasar penting dalam menjalankan program intervensi yang tepat sasaran.

“Dengan data yang lengkap, KPC dan kontraktor nantinya bisa berbagi peran, baik dalam penanggulangan maupun pengukuran program. Perusahaan berbuat apa, programnya seperti apa, semua jelas,” jelasnya.
Melalui semangat “Bersatu”, Wawan berharap sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat mampu menurunkan angka stunting, khususnya pada keluarga berisiko, secara berkelanjutan.
“Secara prinsip ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Dengan tagline Bersatu, saya yakin kita bisa mengurangi angka stunting di Kutim,” tutup Wawan.(kopi14/kopi13/kopi3)




































